LIPI Siap Bangun Stasiun Penelitian di Lingga

529
Pesona Indonesia
Bupati Lingga, Kepulauan Riau, H. Alias Wello, S.IP (kiri) menyerahkan cendera mata berupa buku tentang Lingga kepada Kepala LIPI, Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain (kanan) di Hotel The Mirah, Bogor, Kamis (27/10/2016).
Bupati Lingga, Kepulauan Riau, H. Alias Wello, S.IP (kiri) menyerahkan cendera mata berupa buku tentang Lingga kepada Kepala LIPI, Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain (kanan) di Hotel The Mirah, Bogor, Kamis (27/10/2016).

batampos.co.id – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) siap membangun stasiun penelitian di Lingga. Hal tersebut disampaikan langsung Ketua LIP, Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain di Hotel The Mirah, Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/10).

Kegiatan yang turut mengundang bupati Lingga, Alias Wello sebagai pembicara tersebut, disampaikan Iskandar, LIPI sangat mengapresiasi terhadap kinerja pimpinan Lingga dalam mengembangkan hasil – hasil riset LIPI di sentral bumi “Bunda Tanah Melayu” itu.

“Apa yang telah dilakukan oleh Bupati Lingga terhadap kemajuan riset dan teknologi Indonesia patut kita apresiasi. Ini sesuatu yang luar biasa,” kata Iskandar.

Dilanjutkannya, keinginan Bupati Lingga, Alias Wello agar LIPI menempatkan para penelitinya di daerah untuk memudahkan alih teknologi dan peningkatan capacity building, Iskandar mengaku siap membangun stasiun penelitian di Lingga.

“Kita punya stasiun dan UPT (Unit Pelaksana Teknis) di beberapa daerah. Khusus untuk Lingga, kita akan siapkan stasiun di sana sesuai dengan kebutuhan,” janji Iskandar.

Untuk itu, ia menyarankan agar Bupati Lingga membangun Teknopark untuk menggabungkan konsep pemikiran para akademisi, pengusaha, pemerintah dan masyarakat.

“Kalau pak Bupati mau fokus pada penguatan pangan, kita akan support penuh, khususnya dalam alih teknologinya,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Lingga yang akrab disapa Awe ini sangat berharap hasil riset LIPI, khususnya di bidang pertanian dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

“LIPI memiliki hasil riset tentang Pupuk Organik Hayati (POH) yang sangat bagus untuk memacu produktivitas hasil pertanian. Sementara Pemerintah Kabupaten Lingga punya sumber daya lahan pertanian yang cukup luas,” katanya.

Dengan menjalin kerjasama dengan LIPI, Ia optimis mimpi menjadikan Lingga sebagai basis pertanian organik terbesar di Indonesia akan mudah dicapai.

“Selama ini yang menjadi ganjalan adalah ketersediaan pupuk organik. Tapi, sekarang LIPI sudah mampu memberikan solusi dengan kesiapannya memproduksi POH secara massal di Lingga,” pungkas Awe. (mhb)

Respon Anda?

komentar