Pemalsu KTP dan Pengguna Disidang

956
Pesona Indonesia
Terdakwa Sudarto (kiri) dan Endang (kanan), usai menajalani sidang beragendakan pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (27/10). Dua terdakwa disidang dalam perkara pemalsuan surat identitas resmi berupa KTP. F.Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos
Terdakwa Sudarto (kiri) dan Endang (kanan), usai menajalani sidang beragendakan pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (27/10/2016). Dua terdakwa disidang dalam perkara pemalsuan surat identitas resmi berupa KTP. Foto:Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos

batampos.co.id – Sidang pemeriksaan terdakwa Sudarto, pemalsu ratusan kertu tanda penduduk (KTP) dan Endang- pengguna KTPpalsu untuk tujuan penggelapan mobil rental, digelar di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (27/10/2016).

Dalam pemaparan kedua terdakwa, terkuak bahwa terdakwa Endang bersama pacarnya, Bambang (DPO), dan rekannya Suparman (DPO), juga menggunakan KTP palsu untuk menggelapkan mobil rental.

Terdakwa Sudarto mengakui kalau ia hanyalah orang yang bisa membuat KTP palsu dan baru kenal dengan terdakwa Endang.

“Awalnya, Bambang yang ingin membuat KTP palsu. Karena cocok dengan hasilnya, Endang yang mendampingi Bambang menawarkan kerjasama dengan saya. Saya pun mau,” ujarnya.

Kerjasama itu menyangkut bagi hasil. Jika Endang membawa orang untuk membuat KTP palsu dengan biaya Rp 500 ribu, maka Sudarto mendapat Rp 300 ribu, dan sisanya untuk Endang.

“Endang bawa temannya Suparman. Seperti biasanya, KTP saya buatkan selesai dalam tiga hari paling lama. Hanya sebatas itu saja keterkaitan saya dengan Endang yang mulia,” ungkap Sudarto.

Ia juga mengungkapkan, bahwa dirinya sudah mencetak KTP palsu hampir 10 lembar. KTP palsu dicetak di kertas HVS yang ditempel di sebuah KTP lama, dan dipermukaan atas-nya ditempel sticker bening, sehingga sekilas menyerupai KTP asli.

Endang turut membenarkan keterangan Sudarto itu. “Sebatas urusan KTP palsu saja antara saya dengan Sudarto,” sebut Endang.

Ketika Hakim Ketua Mangapul Manalu menanyakan guna dari KTP palsu itu, Endang berdalih hanya untuk koleksi. Namun JPU Bani I Ginting langsung menampik keterangan Endang, dengan menyebutkan bahwa Endang bersama Bambang dan Suparman juga masuk dalam laporan perkara penggelapan.

Mendengar hal itu, Endang tak bisa mengelak. Ia mengakui bahwa KTP palsu itu digunakan untuk mengelabui korban pemilik rental mobil.

“Mobil yang dirental dibawa lari. Saat ini hanya satu mobil yang belum kembali dan masih dalam pencarian (dibawa dua DPO),” ungkapnya lagi.

Usai mendengar keterangan dari kedua terdakwa, Majelis Hakim meminta Jaksa untuk segera membuat nota tuntutan.

“Kita berikan waktu satu minggu untuk JPU menyiapkan tuntutan dan dibackan pekan depan,” tutup Hakim Mangapul. (cr15)

Respon Anda?

komentar