Pengoperasian Jembatan Dompak Tunggu Hasil Uji Beban

1728
Pesona Indonesia
Jembatan Dompak
Jembatan Dompak

batampos.co.id – PT Wijaya Karya terus bekerja menyelesaikan pembangunan Jembatan I Dompak. Namun kapan mulai dioperasikan, masih harus menunggu uji beban (loading tes) oleh Komisi Keselamatan Jalan Terowongan dan Jembatan (KKJTJ).

Jika KKJTJ menyatakan laik dioperasikan setelah serangkaian tes dilakukan, maka barulah jembatan kebanggan Kepri itu bisa digunakan.

“Progres pekerjaan sudah kami laporkan ke KKJTJ dan Kementerian Pekerjaan Umum. Kesepakatannya, yang melakukan loading tes nanti adalah KKJTJ,” ujar Kadis PU Kepri, Heru Sukmoro menjawab pertanyaan media disela-sela melakukan peninjauan di Jembatan I Dompak, Tanjungpinang, Kamis (27/10/2016).

Heru menjelaskan pihaknya berharap proses loading test bisa segera dilakukan. Sehingga Jembatan I Dompak bisa dibuka untuk masyarakat umum.

Rencananya, jembatan ini akan diserahterimakan pada 31 Oktober 2016 mendatang.

Setelah diserahterimakan, bukan berarti tanggungjawab kontraktor (Wika) berakhir. Kontraktor masih harus melakukan perawatan selama satu tahun.

“Apabila lulus uji beban, Kemen-PU akan mengeluarkan sertifikasi kelaikan. Saat ini, pekerjaan yang tersisa hanya sedikit lagi. Ditargetkan rampung sempurna sampai akhir Oktober ini,” papar Heru.

Ditambahkan Heru, pekerjaan-pekerjaan tambahan akan dilakukan lewat Tahun Anggaran (TA) 2017 mendatang. Seperti pengaspalan jalan, dan pagar pengaman jogging track.

Selain itu ada beberapa sentuhan yang juga perlu dilakukan. Yakni seperti pos pengamanan dikedua sisi jembatan, CCTv, serta lighting.

“Nanti akan kita sampaikan kepada Bapak Gubernur, mana yang penting itu yang akan didahulukan pembangunannya,” tutup Heru.

Pantauan di lapangan, saat kontraktor tengah menggesa pemasangan cable stay pada bentangan busur ketiga. Sementara bentangan busur pertama dan kedua sudah selesai dilakukan. Masih pantauan dilapangan, sejumlah pekerjaan juga sudah melakukan demobilisasi shooring pada bentangan busur ketiga.

Seperti diketahui, Jembatan senilai Rp312 miliar tersebut harusnya rampung pada Desember 2015 lalu. Akan tetapi, karena terjadi musibah September tahun 2015 lalu, membuat pekerjaan menjadi terhambat. Akibat dari kejadian tersebut, proses penyelesaiannya molor pada Oktober tahun ini. (jpg)

Respon Anda?

komentar