PSK Asing Beroperasi di Batam, Imigrasi Janji Razia

2215
Pesona Indonesia
PSK asalMaroko diamankan dalam razia di Bogor beberapa waktu lalu. Diduga banyak pendatangasing yang menjadi PSK di sejumlah kota di Indonesia, termasuk di Batam. Foto: itimewa/http://www.kindo.hk
PSK asalMaroko diamankan dalam razia di Bogor beberapa waktu lalu. Diduga banyak pendatangasing yang menjadi PSK di sejumlah kota di Indonesia, termasuk di Batam. Foto: itimewa/http://www.kindo.hk

batampos.co.id -Kebijakan bebas visa 169 negara ke Indonesia memang mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisata di Indonesia. Bahkan, Kementerian Pariwisata yakin bisa mencapai target 20 juta wisman.

Nah, Batam merupakan salah satu dari tiga (Jakarta dan Bali) pintu utama masuknya pariwisata asing di Indonesia.

Karena bebas visa, siapapun bisa melancong ke Indonesia, khususnya Batam. Termasuk orang asing yang memiliki profesi pekerja seks komersial (PSK).

Bisa jadi awalnya hanya sekadar melancong, namun lama-lama melanjutkan pekerjaanya sebagai PSK di Indonesia.

Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Teguh Prayitno, tak menafikan informasi itu. Bahkan menurutnya, peluang masuknya PSK asing memang menjadi terbuka lebar.

Bahkan, PSK asing yang disinyalir beroperasi di Batam masuk bukan melalui Batam tapi melalui daerah lain di Indonesia.

“Mereka tak masuk lewat Batam, melainkan melalui Jakarta. Visa ini yang masih kita selidiki,” ujar Teguh Prayitno, Kamis (27/10/2016).

Salah satu upaya bisa mengurangi prostitusi yang melibatkan WN asing itu, adalah melalui razia.”Dalam waktu dekat kita akan razia,” ujarnya.

Razia ini bukan hanya yang berstatus Pencari Suaka (Asylum Seeker) saja, termasuk juga mereka yang sudah refugee, akan didata satu per satu.

“Datanya sudah ada, namun mengenai posisi pasti masih kita selidiki,” ucapnya.

Terkait pengawasan, Teguh mengaku akan memperketat pengamanan di pintu masuk Batam. Mulai dari bandara, pelabuhan, sampai pada pelabuhan-pelabuhan tikus. Dalam penanganannya, ia mengaku bekerjasama dengan instansi dan pihak-pihak terkait.

“Pengawasan akan diperketat dan pemerintah pusat pun ikut mendukung,” katanya.

Selain PSK asing, imigran asal Timur Tengah yang berada di Taman Aspirasi Batamcentre juga jadi pekerjaan rumah imigrasi. Bagaimana tidak, selama empat bulan saja, mereka yang tinggal menetap di Taman Aspirasi jumlahnya terus bertambah.

“Juni 2016 lalu masih 11 orang, sekarang sudah 103 orang. Kita terus awasi jumlahnya,” kata Teguh.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPRD Batam lalu, Imigrasi berjanji akan menyelasaikan masalah ini dengan mengandeng International of Migrant (IOM) untuk memindahkan para imigran ke Comunity House yang ada di Tanjungpinang.

“Sudah kita sampaikan, dan mereka (IOM) akan membantu pemindahan,” jelasnya.

Ke depan, pihaknya mengaku akan memberlakukan penolakan imigran, seperti yang telah diterapkan di daerah Papua.

“Kita bukan daerah penampungan. Makanya kalau sudah ditolak, mereka yang sudah dipindahkan tak bisa kembali lagi,” paparnya.

Razia PSK asing oleh imigrasi disambut baik oleh DPRD Batam. Pihak legislatif mengaku akan membantu dalam mempersempit pergerakan imigran di Batam. Apalagi, saat ini banyak laporan masyarakat terkait keberadaan PSK asing dan imigran ini.

“Kita akan bantu sebisa mungkin. Yang jelas imigrasi harus menjaga pintu masuk. Jangan sampai kita kecolongan lagi,” tuturnya. (rng)

Respon Anda?

komentar