Sudah 30 Yacht dari Berbagai Negara Merapat di Tanjungpinang

1785
Pesona Indonesia
Yatch dari berbagai negara merapat di perairan Tanjungpinang, Kamis (27/10/2016). Diperkirakan akan ada 100 yatch yang akan ambil bagian dalam Festival Bahari Kepri 2016. Foto: Yusnadi/Batam Pos
Yacht dari berbagai negara merapat di perairan Tanjungpinang, Kamis (27/10/2016). Diperkirakan akan ada 100 yacht yang akan ambil bagian dalam Festival Bahari Kepri 2016. Foto: Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id -Wonderful Indonesia Sailling (WIS) yang merupakan bagian event Festival Bahari Kepri (FBK) 2016 terus menunjukan magnetnya.

Kamis kemarin (27/10/2016) sekitar 30 kapal yacht sudah berlabuh di perairan Tanjungpinang. Ini pertanda baik bagi kebangkitan Pariwisata Kepri, khuusnya Tanjungpinang.

“Pemandangan seperti inilah yang kita mimpikan di Tanjungpinang sejak dulu,” ujar Ketua Harian Festival Bahari Kepri, Guntur Sakti menjawab pertanyaan media disela-sela melihat persiapan Gedung Gonggong, Tanjungpinang.

Disebutkan Guntur, pada H-2, sebanyak 58 kapal yacht sudah masuk ke Kepri. Ada yang melalui Nongsa Poin Marina (NPM), Batam sebanyak 20 kapal yacht.

Pintu masuk lainnya adalah melalui Bandar Bentan Telani (BBT), Bintan sebanyak 8 kapal yacht. Sementara dari gate way nasional yang sebanyak 12 kapal yacht.

“Kapal-kapal yacht yang saat ini berlabuh di Tanjungpinang masuk dari gateway nasional dan Kepri. Diluar dugaan kita, pada H-2 para yachter dunia sudah berdatangan ke Kepri,” papar Guntur.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri tersebut mengatakan, bagi para yachter yang sudah tiba di Tanjungpinang disuguhkan event Sound From Motherland of Malay di halaman Gedung Daerah, Tanjungpinang. Menurut Guntur, pada puncak FBK nanti sekitar 100 kapal yacht yang akan menyerbu Kepri.

Masih kata Guntur, FBK secara tidak langsung melambungkan nama Tanjungpinang. Meskipun Tanjungpinang tidak ada dalam peta yachter dunia, karena belum punya marina. Kenyataannya tetap menjadi magnet bagi para yachter untuk datang ke Tanjungpinang. Artinya, persiapan selanjutnya harus dibenahi adalah membangun marina di Tanjungpinang.

“Kita harus mulai mempersiapkan diri, khusus Tanjungpinang. Apabila dirancang elegan, Tanjungpinang bisa menjadi water front city di Kepri,” jelas Guntur.

Lebih lanjut Guntur mengatakan, berbicara Wisata Bahari Kepri, tentunya menyangkut tiga poin penting. Yakni wisata coastal zone (pantai), sea zone (laut), dan under water zone (bawah laut).

Lewat FBK inilah, upaya Provinsi Kepri untuk memperkenalkan wisata-wisata bahari di Provinsi Kepri. Karena tujuan besar yang ingin dicapai adalah menjadikan Kepri sebagai Gerbang Wisata Bahari Indonesia.

“FBK ini hanya laluan kita untuk memperkenalkan wisata bahari Kepri. Apalagi ambisi kita adalah untuk menjadikan Kepri sebagai Gerbang Wisata Bahari Indonesia. Artinya ada pekerjaan berat yang harus kita lakukan setelah ini,” jelas Guntur.

Ditambahkannya, event-event yang dikemas lewat FBK hari ini (kemarin,red) memberikan beberapa nilai. Yakni nilai edukasi, rekreasi, dan nasionalismen.

Nilai edukasinya adalah anak-anak diajarkan untuk mencintai seni budaya bangsa, melalui pawai budaya. Kemudian masyarakat juga mendapatkan tontonan sekaligus edukasi tentang wisata bahari dengan kedatangan kapal-kapal yacht.

“Masyarakat juga bisa melihat bagaimana kehebatan para prajurit TNI dalam melakukan terjun payung. Sehingga rasa nasionalismenya muncur disanubari,” tutup Guntur. (jpg)

Respon Anda?

komentar