Ternyata Syafrizal Sudah Puluhan Tahun Aniaya Istri dan Anak Kandungnya

1191
Pesona Indonesia
Kapolsek Lubukbaja, Kompol Putu (Baju kemeja kotak-kotak) menggiring Syafrizal pelaku pembunuh istrinya syafrida di Polsek Lubukbaja, Rabu (26/10/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Kapolsek Lubukbaja, Kompol Putu (Baju kemeja kotak-kotak) menggiring Syafrizal pelaku pembunuh istrinya syafrida di Polsek Lubukbaja, Rabu (26/10/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Polisi menemukan fakta baru kasus Syafrizal yang tega menganiaya istrinya, Syafrida, hingga tewas, Rabu malam (26/10/2016) di rumah mereka Kampung Pisang, Baloi Indah, RT 07 RW IV Lubukbaja.

Ternyata Syafrizal sudah puluhan tahun menjadikan istrinya sebagai samsak hidup. Setiap terjadi pertengkaran, tangan maupun kaki Syafrizal ikut melayang ke tubuh sang istri.

Bahkan, bukan hanya istrinya, anak kandungnya, Fit (14), juga kerap menjadi pelampiasan kemarahan dan menjadi samsak hidup. Kadang penganiayaan dilakukan pelaku tanpa alasan yang jelas.

“Hampir setiap hari kami mendenggar keributan. Dia (Syafrizal) sering menganiaya istrinya, sampai anaknya juga dipukuli,” ujar seorang tetangga korban yang ditemui di Kampung Pisang, Baloi Indah, RT 07 RW IV Lubukbaja.

Wanita ini menyebutkan penganiayaan yang dilakukan sudah terjadi selama belasan tahun. Bahkan, Syafrizal sempat menganiaya istrinya saat dalam kondisi hamil, hingga Syafrida mengalami keguguran.

“Kejadiannya (keguguran) lima tahun lalu. Setelah keguguran dia (Syafrida) sakit-sakitan,” terangnya.

Menurut wanita ini, penganiayaan yang dilakukan Syafrizal kepada istrinya kerap disaksikan tiga anaknya yakni, Fit (14), Dea (10), dan Mai (6). Namun, Syafrida dinilai orang yang penyabar. Sebab, ia tak pernah mengeluh dengan sifat dan kelakuan suaminya tersebut.

“Dia (Syafrida) sangat sayang dengan anak-anaknya. Kalau masalah rumah tangga tak ada mengeluh,” tuturnya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Arman. Dia mengatakan pelaku dikenal temperamental dan jarang bergaul dengan tetangga dan warga sekitar.

“Dia (Syafrizal) sering marah-marah. Terkadang ketemu warga marah tanpa alasan,” ujarnya.

Menurutnya, sehari-hari, Syafrizal bekerja sebagai tukang ojek. Sedangkan Syafrida bekerja sebagai pencuci pakaian di toko kawasan DC Mall.

“Kasihan anak-anaknya. Selama ini diurus ibunya sendiri. Mereka (pasutri) sudah menempati rumah itu selama belasan tahun,” paparnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Lubukbaja, Iptu Wahyudi mengatakan dari pengakuan Syafrizal penganiayaan yang dilakukan pelaku karena permasalahan rumah tangga.

“Karna banyak permasalahan rumah tangga, pelaku kerap menganiaya istrinya. Bisa saja masalah ekonomi,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Syafrizal nekat menganiaya istrinya Syafrida hingga meregang nyawa di rumahnya di Kampung Pisang, Baloi Indah, RT 07 RW IV Lubukbaja, Rabu (26/10) malam. Mirisnya, penganiayaan itu dilakukan dihadapan ketiga anaknya.

Usai menganiaya istrinya, pria 47 tahun ini meninggalkan rumah. Selang sejam kemudian, Jajaran Polsek Lubukbaja mengamankan pelaku di kawasan Jodoh. (opi)

Respon Anda?

komentar