Beli Nasi Goreng Tak Enak, Istri Dihajar

529
Pesona Indonesia

batampos.co.id –  Hanya gara-gara nasi goreng yang dibeli tak enak, Ela Desinata (36) dihajar oleh suaminya. Suaminya berinisial MM yang merupakan PNS di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bidang Bina Marga Jawa Barat.

Informasi dihimpun Radar Banten (grup batampos.co.id), penganiayaan tersebut terjadi pada 8 Oktober di kediaman mereka di Jombang Wetan. Kejadian itu bermula ketika Ela disuruh MM untuk membeli nasi goreng di luar rumah.

Namun, sesampainya di rumah, Ela langsung dimaki-maki lantaran pesanan MM tidak sesuai. Ela pun dipukuli di bagian dahi, kepala, dada, dan kaki. Aksi kasar sang suami dilakukan di depan anaknya yang masih di bawah umur.

“Kepala saya ditonjok dan dada saya diinjak, bahkan sampai kepala saya dipukul dengan botol minyak angin yang ada di kamar. Pokoknya, hampir seluruh tubuh luka-luka,” ungkap Ela Desinata saat menceritakan pada awak media, Jumat (28/10).

Pasca kejadian itu, ia dan anaknya langsung dipaksa untuk keluar rumah dan masuk ke mobil. Kata Ela, di dalam mobil, MM tidak berhenti marah-marah. Sesampainya di Serang, Ela langsung ditinggalkan.

“Dia (MM) langsung lari membawa anak saya AES yang berumur delapan tahun. Karena, saya cari tapi tidak ketemu, dalam kondisi bonyok saya langsung melapor ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak(PPA) Polres Cilegon,” ujarnya.

Saat melapor, Ela disarankan untuk melakukan visum sebagai bukti penganiayaan yang dilakukan suaminya. Ia juga mengaku penganiayaan ini bukan pertama kali ia rasakan selama sepuluh tahun berumah tangga dengan MM. “Kalau sama sekarang, sudah empat sampai lima kali. Sekarang saya melaporkannya ke polisi,” tuturnya.

Ia berharap, kepolisian dapat menindak suaminya. Bukan hanya prihal kekerasan yang dilakukan kepadanya, ia juga khawatir dengan sekolah anaknya yang terbengkalai. “Sejak kejadian itu, anak saya tidak masuk sekolah. Dia juga terancam dikeluarkan. Saya minta polisi menindak tegas suami saya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cilegon Iptu Heni Pancawati mengatakan, dugaan penganiayaan yang dilakukan MM kepada Ela sedang dalam proses tindak lanjut PPA Polres Cilegon.

“Kemarin Ibu Ela sudah kita panggil untuk diperiksa, kasus itu juga masih dalam bentuk aduan dan belum menjadi LP (laporan) karena tidak ada saksi,” ungkapnya.

Ia juga telah mengupayakan untuk mempertemukan keduanya dengan melayangkan surat pemanggilan terhadap MM. Kata Panca, seharusnya MM juga datang kemarin, namun ia meminta mengagendakan ulang pemanggilan. “Dia bilang sedang ada di luar kota dan akan memenuhi panggilan minggu depan,” ujarnya. (mg01/ibm/ira/yuz/JPG)

Respon Anda?

komentar