Indonesia Siaga Satu, Jakarta Diperketat, Diduga Terkait Aksi Akbar Protes Penistaan Alquran

1570
Pesona Indonesia
Ilustrasi anggota Brimob siaga. Foto: dok. jpgrup
Ilustrasi anggota Brimob siaga. Foto: dok. jpgrup

batampos.co.id – Mendadak Korps Brimob Mabes Polri  menetapkan Indonesia status siaga satu. Bahkan pengamanan Jakarta diperketat.

Status siaga satu yang terkesan mendadak itu dikeluarkan Korps Brimob Mabes Polri melalui surat bernomor B/ND-35/X2016/Korbrimob yang antara lain menyebutkan dalam rangka antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, maka dinyatakan siaga satu untuk seluruh Indonesia.

Status siaga satu ini bisa jadi terkait rencana akbar ormas Islam seluruh Indonesia yang akan menggelar aksi akbar memprotes penistaan kitab suci umat Islam yang diduga dilakukan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjhaja Purnama alias Ahok. Aksi ini dipusatkan di Jakarta.

Meski tidak menyebutkan secara resmi status siaga satu itu terkait rencana demo akbar atau bukan, namun pengamat Terorisme dan Intelijen Al Chaidar menuturkan bahwa status siaga satu itu kemungkinan besar berhubungan dengan demonstrasi yang akan digelar oleh ormas Islam pada 4 November mendatang.

”Mungkin karena jumlahnya yang besar, maka perlu penetapan status itu,” terangnya, Sabtu (29/10/2016).

Dia memprediksi bahwa penetapan itu sama sekali berbeda dengan penetapan status siaga kali terakhir yang terjadi pasca serangan teror di jalan Thamrin. ”Kalau yang ini beda,” tuturnya.

Perlu diketahui, status siaga satu dalam kepolisian itu diartikan kesiapan dari ¾ (tiga perempat) personel untuk penempatan posisi.

Biasanya, personel tidak diperbolehkan mengambil cuti bila dalam status siaga satu.

Kadivhumas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar membenarkan memang ada penetapan status siaga satu.

Namun, status tersebut berlaku internal untuk Korps Brimob. ”Itu Internal saja,” tegasnya.

Menurutnya, penetapan status tersebut tidak perlu dikhawatirkan dan dibuat menghebohkan.

Penetapan status siaga itu merupakan hal yang biasa saja. ”Ini biasa kok,” terang mantan Kapolda Banten tersebut.

Apakah penetapan status siaga satu ini akibat rencana demo massa gabungan ormas Islam pada 4 November ?

Dia tidak menjawabnya dengan jelas. Menurutnya, penetapan status siaga satu itu merupakan bagian dari pengamanan kegiatan masyarakat. ”Tugas sjaa itu kok,” jelasnya.

Sementara Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Mabes Polri Brigjen Agus Rianto mengatakan bahwa siaga satu itu ditetapkan agar memudahkan dalam kesiapan personil Brimob.

”Kalau sewaktu-waktu diperlukan saja,” ujarnya.

Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir terkait adanya penetapan status tersebut.

Justru, masyarakat harusnya merasa lebih aman, karena personel siap untuk melakukan pengamanan. ”Ya, jangan khawatirlah,” ungkapnya.

Bagian lain, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Andrea H Poeloengan menjelaskan bahwa penetapan status siaga satu ini tentu dilakukan berdasarkan jenis dan skala ancaman yang terjadi.

”Sekaligus sebagai antisipasi kemungkinan sesuatu gangguan keamanan terjadi,” terangnya.

Soal apa ancaman yang akan terjadi, dia mengatakan bahwa semua itu tentunya hanya diketahui kepolisian.

Namun, sebenarnya justru penetapan status siaga satu ini harus diapresiasi dan didukung. ”Jadinya lebih siap menghadapi apapun kan,” ungkapnya. (idr/sam/jpnn)

Respon Anda?

komentar