Kapolda Metro Bantah Ada Perintah Tembak di Tempat Saat Aksi Massa Islam 4 November 2016

1770
Pesona Indonesia
Ribuan massa dari berbagai Ormas Islam bersatu melakukan aksi damai menuntut Ahok ditangkap terkait dugaan penistaan terhadap Alquran yang dilakukan Ahok saat bertemu masyarakat Pulau Seribu beberapa waktu lalu. Aksi besar-besaran akan kembali digelar Jumat 4 November 2016. Foto: jpnn
Ribuan massa dari berbagai Ormas Islam bersatu melakukan aksi damai menuntut Ahok ditangkap terkait dugaan penistaan terhadap Alquran yang dilakukan Ahok saat bertemu masyarakat Pulau Seribu beberapa waktu lalu. Aksi besar-besaran akan kembali digelar Jumat 4 November 2016. Foto: jpnn

batampos.co.id – Informasi tentang perintah tembak di tempat pada massa Islam yang akan menggelar aksi demo besar-besaran 4 November 2016, jika anarkis, sempat beredar luas.

Perintah yang konon kabarnya dikeluarkan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan tak membuat gentar umat Islam dari berbagai ormas untuk tetap melanjutkan rencana aksi besar itu.

Rencananya, sejumlah organisasi kemasyarakatan memang akan menggelar Aksi Bela Islam II untuk mendesak kepolisian menangkap Gubernur DKI Basuki T Purnama alias Ahok karena diduga menistakan Alquran.

Ormas keagamaan termasuk Front Pembela Islam (FPI) akan mengerahkan massa lebih besar ketimbang aksi pada 14 Oktober lalu.

Kecaman pun bermunculan terkait perintah tembak di tempat itu. Sehingga, Kapolda Metro Jaya merasa penting meluruskan informasi itu. Iriawan justru mengatakan bahwa ada pihak yang memelintir pernyataannya.

“Mohon maaf, izin kami menyampaikan bahwa di Polri tidak ada perintah untuk menembak di tempat dalam pelaksaan pengamanan demo. Justru Polri dilarang membawa senpi saat pengamanan demo tersebut,” tulis Iriawan, melalui siaran persnya, yang disebar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono, Minggu (30/10/2016).

Karenanya mantan Kapolda Jawa Barat itu mengimbau semua pihak agar mencermati berita yang berkembang terkait demo 4 November nanti. Dia juga meminta agar media tidak mengeruhkan suasana dan membuat keresahan di masyarakat.

Iriawan menegaskan, berita pelintiran dan provokasi akan membuat suasana semakin  panas.‎

“Mari kita luruskan dan beri informasi yang sejuk. Polri ingin kawal setiap demo berjalan aman dan damai,” sebut Iriawan.

Karenanya Iriawan kembali mengulangi pernyataannya bahwa tidak ada perintah tembak di tempat. Ia hanya merasa perlu memberi warning tentang kemungkinan ada pihak yang menumpangi aksi itu agar menjadi anarkistis.

“Sekali lagi kami beritahukan bahwa tidak pernah ada perintah tembak di tempat. Kita harus waspada terhadap pihak yang tidak beranggung jawab yang memanfaatkan momen ini untuk anarkis atau bahkan ingin agar Indonesia seperti negara di Timur Tengah atau Irak,” katanya.

Iriawan menambahkan, jangan sampai insiden kerusuhan Mei 1998 terulang. “Maka TNI dan Polri sedang berupaya sekuat kemampuan untuk mengamankan kota DKI dan kota di Indonesia agar tetap aman dan damai,” pungkasnya.(mg4/jpnn)

Respon Anda?

komentar