Buruh Batam Bersatu Tolak Tarif Baru UWTO

1492
Pesona Indonesia
Demo penghapusan UWTO beberapa waktu lalu. Kini warga Batam ramai-ramai menolak kenaikan tarif UWTO. foto:batamtv
Demo penghapusan UWTO beberapa waktu lalu. Kini warga Batam ramai-ramai menolak kenaikan tarif UWTO. foto:batamtv

batampos.co.id – Gelombang penolakan kenaikan tarif UWTO BP Batam juga datang dari kalangan buruh.

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kepri, Syaiful Badri Sofyan mengatakan secara umum kenaikan UWTO akan menambah beban penderitaan kaum buruh, apalagi kini kondisi ekonomi sedang tidak baik.

“UWTO akan memicu kenaikan biaya hidup. Hal ini, membuat semakin menurunnya daya beli kaum buruh,” kata Syaiful, Minggu (30/10/2016).

Dia mengatakan, kenaikan UWTO untuk industri akan memicu biaya produksi para pengusaha. Alhasil pengusaha yang awalnya ingin berinvestasi malah membatalkan rencana tersebut.

“Terakhir kita dengar ada pengusaha yang membatalkan investasi, berdampak pada lapangan pekerjaan juga,” ucapnya.

Naiknya tarif UWTO pemukimam, lanjut dia, juga tak kalah memberatkan. “UWTO naik, harga rumah akan naik, sewa rumah juga. Banyak dampaknya pada kehidupan,” ucapnya.

Koordinator Aliansi Rakyat Batam Tolak UWTO ini mengatakan dampak kenaikan UWTO tidak hanya dirasakan kaum buruh, namun juga dirasakan masyarakat umum. Untuk itu, rencananya akan ada aksi hapus UWTO yang akan digelar 9-10 November mendatang yang melibatkan buruh, pemuda juga mahasiswa.

“Tak hanya tolak kenaikan tarif, tapi kami minta UWTO dihapuskan. UWTO hanya bentuk arogansi pemerintah pusat. Kami harap pengusaha juga ikut serta,” katanya. (leo/cr13/rng)

Respon Anda?

komentar