Ironis, Deklarasi Pilkada Damai Diwarnai Kericuhan

319
Pesona Indonesia

Deklarasi kampanye damai pilgub Gorontalo berlangsung ricuh. (foto: gpost)

batampos.co.id – Sebuah insiden kembali menodai pesta demokrasi di tanah air. Tidak sesuai dengan temanya, deklarasi damai Pilgub Gorontalo di Grand Sumber Ria, Kota Gorontalo, Jumat (29/10) malah berlangsung ricuh.

Dua kubu massa pendukung caagub/cawagub Zainuddin Hasan-Adhan Dambea (ZIHAD) dan Rusli Habibie-Idris Rahim (NKRI) nyaris baku hantam.

Keduanya massa yang tersulut emosinya itu sempat saling dorong. Beruntung, aparat kepolisian yang bersiaga di lokasi acara, bertindak cepat untuk segera mengendalikan situasi sehingga kericuhan cepat teratasi.

Dilansir dari Gorontalo Post (Jawa Pos Group), acara yang dimulai sekitar pukul 15.00 wita itu, awalnya berlangsung aman. Kegiatan itu dihadiri oleh tiga calon bersama puluhan tim sukses dan masa pendukung.

Ketiga calon itu masing-masing pasangan nomor urut satu, Hana Hasanah Fadel Muhammad-Toni Junus atau duet HATI. Namun yang terlihat hadir dalam acara itu hanya Toni Junus. Sementara Hana Hasanah hingga usai acara tak terlihat. Lalu pasangan nomor urut dua, Rusli Habibie-Idris Rahim atau duet NKRI.

Pada acara kemarin yang hadir hanya Idris Rahim. Sementara Rusli Habibie tidak hadir. Kemudian pasangan nomor urut tiga, Zainudin Hasan-Adhan Dambea atau duet ZIHAD.

Kegiatan itu awalnya berlangsung meriah. Para pendukung pasangan calon saling beradu yel-yel, dan meneriakkan nomor urut paslon yang didukung.

Namun sekitar pukul 16.00 wita, suasana acara mulai berubah. Ketika itu pembawa acara meminta paslon untuk naik ke atas panggung dan didampingi oleh Ketua dan Sekretaris Pemenangan untuk membacakan deklarasi Pilkada berintegritas dan damai.

Saat para paslon akan menandatangani pernyataan mendukung Pilkada damai, kericuhan terjadi. Salah seorang dari kubu pasangan NKRI Arifin Anwar, seketika mengambil microphone dan meneriakkan kata-kata bernada dukungan untuk paslon NKRI.

Mendengar hal ini, calon Wakil Gubernur Gorontalo Adhan Dambea lantas mendekati Anwar. Suasanapun mulai memanas, keduanya nampak terlibat adu mulut.

Suasana makin memanas saat Adhan Dambea kembali terlibat perdebatan dengan dua tim pemenangan NKRI, yakni Marwan Ngiu dan Ghalib Lahidjun. Tidak lama kemudian, sejumlah orang yang diduga pendukung ZIHAD dan NKRIpun terlibat aksi saling dorong diatas panggung.

Sejumlah anggota polisi berpakaian premanpun langsung berusaha menengahi aksi saling dorong antar kedua kubu. Sementara seluruh calon yang ada diatas panggung langsung dikawal turun dari panggung dan diamankan oleh petugas kepolisian. (jpg)

Respon Anda?

komentar