Menteri Pariwisata Khawatir Kenaikan UWTO Berimbas ke Pariwisata Batam

730
Pesona Indonesia
Menteri Pariwisata, Arief Yahya.Foto: istimewa
Menteri Pariwisata, Arief Yahya.Foto: istimewa

batampos.co.id – Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, mengaku kaget dengan kenaikan tarif baru UWTO di Batam. Untuk itu, dalam waktu dekat dia akan membahas dampak tarif baru ini bagi industri pariwisata di Batam dan Kepri pada umumnya.

“Saya baru dapat laporan dari Gubernur. Nanti kita diskusikan lagi,” ujar Arief saat ditemui di Tanjungpinang, Sabtu (29/10/2016) malam lalu.

Menurut Arief, kenaikan tarif UWTO ini kemungkinan akan membawa dampak buruk bagi industri wisata di Batam. Sebab di Batam banyak sarana pariwisata. Seperti hotel, lapangan golf, dan lainnya.

Untuk itu, selain melibatkan para pelaku usaha pariwisata di Batam, dia berjanji akan membahas persoalan ini dengan Menteri Keuangan bahkan dengan Presiden.

“Kita mendorong pariwisata di Kepri terus tumbuh. Jangan sampai ada kebijakan yang mengganggu industri pariwisata. Karena kita tengah berupaya untuk mendatangkan 20 juta wisman pada 2019 mendatang,” papar Arief.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan, hingga saat ini belum ada tanggapan dari pusat terkait keluhan pengusaha di Batam terhadap tarif baru UWTO ini. Meski begitu, Gubernur mengaku tetap akan memperjuangkan asprasi masyarakat dan pelaku usaha tersebut.

“Memang belum ada respon, tapi kami yakin Presiden pasti akan mendengar dan melihat langsung kondisi di lapangan. Dan kami juga akan terus melaporkan kondisi kisruh di Batam ini,” ujar Nurdin. (jpg/bp)

Respon Anda?

komentar