Tim Saber Pemko Batam Telusuri Dugaan Pungli di Berbagai SKPD

1711
Pesona Indonesia
Walikota Batam MUhammad Rudi saat memimpin rapat SKPD, belum lama ini. foto:cecep mulyana/batampos
Walikota Batam MUhammad Rudi saat memimpin rapat SKPD, belum lama ini. foto:cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai menurunkan tim
sapu bersih (Saber) terkait punggutan liar yang diduga terjadi dibeberapa SKPD, Senin (31/10/2016) hari ini.

Tim ini bertugas menginvestigasi dugaan pungli yang kerap meresahkan masyarakat, mulai dari petugas hingga pejabat di instansi terkait.

“Mulai Senin (hari ini, red), tim Saber sudah berpencar-pencar,” ujar Wali Kota Batam Muhammad Rudi di Batamcenter.

Karena itu, ia kembali mengingatkan agar pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di bagian pelayanan untuk tak melakukan pungli. Sebab, tim Saber yang pengungkap pungli tak hanya dari Pemko Batam, namun juga pemerintah pusat.

“Jadi saya ingatkan kembali agar mereka tak melakukan pungli,” terang Rudi.

Dikatakannya, ia telah menyiapkan sanksi lebih berat untuk PNS Pemko Batam yang tertangkap tangan melakukan pungli. Untuk itu ia meminta agar pungli di Kota Batam segera diakhiri jika tak ingin kena sanksi.

“Sudah bosan saya ingatkan, makanya kita akan siapkan sanksi yang lebih berat. Jadi kalau tertangkap jangan menyesal dan menyalahkan kami,” tegas Rudi.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Batam M Syahir mengatakan tim saber tak hanya bertugas di dinas yang bersentuhan dengan masyarakat, namun seluruh dinas di lingkungan Pemko. Termasuk sekolah-sekolah negeri.

“Tim ini dibentuk untuk memberantas pungli, dan berdasarkan instruksi dari Walikota. Nantinya penerapannya juga akan sampai kepada seluruh sekolah yang ada di Batam,” ujarnya.

Menurut dia, tim saber juga punya target mengatasi PNS nakal. Yang mana mereka akan melihat kehadiran dan kedisiplinan pegawai saat melayani publik. Pemeriksaan akan dilakukan 2 kali dalam sepekan, dengan cara bergilir dari dinas ke dinas.

“Tujuannya adalah untuk membersihkan. Terpenting adalah pergerakan pembersihan, sehingga mereka para pegawai merasa terawasi,” pungkas Syahir. (she/bp)

Respon Anda?

komentar