Dua “Koboi” Tiba-Tiba Bertemu, Bicara Soal Aksi Massa 4 November?

634
Pesona Indonesia
Jokowi dengan Prabowo saat menunggangi kuda di kediaman Prabowo, Senin (31/10/2016). Foto: Gunawan Wibisono/JawaPos.com
Jokowi dengan Prabowo saat menunggangi kuda di kediaman Prabowo, Senin (31/10/2016). Foto: Gunawan Wibisono/JawaPos.com

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba-tiba menemui rivalnya saat Pilpres lalu, Prabowo Subianto, di Hambalang, Jawa Barat, Senin (31/10/2016).

Keduanya terlihat akrab dan seolah tidak pernah terjadi rivalitas. Bahkan, Prabowo mengajak Jokowi menunggang kuda.

Mengenakan topi koboi, keduanya pun terlihat bak “koboi” memacu kuda perlahan sambil berbincang.

Namun Jokowi membantah pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu membahas mengenai unjuk rasa umat Islam 4 November 2016 di Jakarta.

Menurut dia, pertemuannya dengan mantan Danjen Kopassus tersebut bukan mengenai unjuk rasa 4 November 2016, melainkan berkaitan masalah isu-isu kenegaraan, mulai dari ekonomi hingga politik.

“Kami bicara banyak hal yang berkaitan dengan makro yang berkaitan dengan politik, makro yang berkaitan dengan ekonomi kita,” ujar Jokowi di kediaman Prabowo.

Selain itu, saat disinggung apakah pertemuan tersebut juga membahas masalah Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta. Mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah pun membantahnya.

“Enggak (bahas Pilgub DKI),” katanya.

Pertemuan berlangsung sekira 2 jam tersebut membuat semakin penasaran awak media. Pasalnya, aneh sekali jika pertemuan itu tidak membahas sesuatu yang penting.

Karenanya, awak media kembali mengkonfirmasi Jokowi ihwal pertemuan tersebut.

Namun lagi-lagi pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah tersebut malah mengajak wartawan bercanda. Jokowi mengatakan pertemuan tersebut hanya dihabiskan untuk santap makan siang.

“Dua Jam yang banyak makan nasi gorengnya,” pungkasnya.

Sekadar informasi, rencananya pada Jumat, 4 November 2016, sejumlah ormas Islam akan menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota Jakarta dan Istana Negara.

Massa hendak menuntut kepolisian untuk menangkap Gubernur DKI Jakarta nonaktif Ahok karena diduga melakukan penistaan terhadap kitab suci umat Islam, Alquran. (cr2/JPG)

Respon Anda?

komentar