Gubernur Ridho Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Lampung di 2017

747
Pesona Indonesia
Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo (kanan) menyerahkan dokumen KUA-PPAS kepada Ketua DPRD Dedi Afrizal didampingi Imer Darius (kedua kanan) yang baru saja dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD, di Bandar Lampung, Senin (31/10/2016). Foto: dok. pemprov lampung
Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo (kanan) menyerahkan dokumen KUA-PPAS kepada Ketua DPRD Dedi Afrizal didampingi Imer Darius (kedua kanan) yang baru saja dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD, di Bandar Lampung, Senin (31/10/2016). Foto: dok. pemprov lampung

GUBERNUR Lampung Muhammad Ridho Ficardo optimistis menatap 2017. Tren pertumbuhan ekonomi Lampung yang tertinggi di Sumatera melecut semangat sang gubernur untuk mendongkrak ekonomi Lampung lebih tinggi lagi.

Tren itu membuat Ridho menaikkan target pertumbuhan ekonomi Lampung dari 5,2% menjadi 5,5%.
Menurut Ridho, ekonomi Lampung dua tahun terkahir terus mengalami tren positif melewati pertumbuhan nasional.
“Begitu pun pada tahun 2017 diperkirakan pertumbuhan ekonomi Lampung mengalami kenaikan 5,2%-5,5 persen,” kata Ridho pada rapat paripurna penyampaian Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas dan Plafon Anggaran sementara  (PPAS) RAPBD Provinsi Lampung 2017, di ruang rapat DPRD Lampung, Bandar Lampung, Senin (31/10/2016).
Dalam rancangan APBD 2017, pendapatan asli daerah (PAD) ditargetkan mencapai Rp6,033 triliun. Jumlah ini meningkat 3,57 % dibandingkan target pendapatan pada perubahan APBD 2016 yang mencapai Rp5,82 triliun. Komponen PAD diproyeksikan mencapai Rp2,45 triliun dan dana perimbangan direncanakan Rp3,56 triliun dan komponen lain-lain Rp17,55 miliar.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, mencatat perekonomian Lampung pada triwulan II 2016 mencatat pertumbuhan sebesar 4,33% (qtq) yang merupakan pertumbuhan tertinggi di Sumatera.
Secara tahunan mencatat pertumbuhan 5,21% (year on year) dan lebih tinggi dibandingkann triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,05%. Pesatnya kegiatan ekonomi Lampung pada triwulan II 2016 terutama didorong peningkatan kinerja konsumsi rumah tangga dan investasi.
Pada sesi wawancara, Ridho menyampaikan fokus APBD 2017 tetap infrastruktur dan pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan Infrastruktur yang dimaksud bukan hanya jalan, namun indeks gini Lampung atas pertanian, pariwisata, pendidikan, dan kesehatan.
“Sejauh ini Alhmadulillah tanggapan masyarakat sangat positif terhadap infrastruktur. Walau masih belum semua bisa diperbaiki. Tapi dilakukan bertahap, makanya kami masih fokus ke sana,” kata Ridho.
Sebelum penyampaian KUA-PPAS, rapat paripurna menggelar pelantikan Ketua Komisi IV DPRD Imer Darius, menjadi Wakil Ketua DPRD Lampung menggantikan almarhum Toto Herwantoko.
Menurut Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal, pengangkatan Imer Darius yang berasal dari Partai Demokrat itu, berdasarkan surat Mendagari No 161.18-9746, tanggal 7 Oktober 2016, dan surat Dirjen Otda Sumarsono ke DPRD.
Jabatan pimpinan DPRD itu menurut Imer Darius akan dimaksimalkan mendukung program Gubernur yang fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur.
“Pemprov Lampung menargetkan di akhir 2019 kondisi jalan di Lampung mantap 85%. Ini tentu tugas berat dan harus dikawal bersama, mengingat Gubernur Ridho mendapat warisan jalan mantap 64%,” kata Imer.
Sampai akhir 2016, diproyeksikan jalan mantap di Lampung mencapai 70,03%, sehingga mengurangi persentase jalan yang masih rusak berat dan rusak ringan atau tidak mantap menjadi hanya sebesar 29,9%. Lampung memiliki panjang jalan provinsi 1.693,2 km yang terdiri dari 99 ruas dan 22 koridor. (inf)

Respon Anda?

komentar