JK Tewas Gantung Diri

1626
Pesona Indonesia
Polisi dan warga mengangkat mayat Jhon Kenedy yang gantung diri dirumahnya di perumahan Bukit Indah RT 02/RW17, kelurahan Buliang, Batuaji, Senin (31/10/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Polisi dan warga mengangkat mayat Jhon Kenedy yang gantung diri dirumahnya di perumahan Bukit Indah RT 02/RW17, kelurahan Buliang, Batuaji, Senin (31/10/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Warga perumahan Bukit Indah RT 02/RW17, kelurahan Buliang, Batuaji heboh, Senin pagi (31/10/2016). Pasalnya Jhon Kenedy (JK), salah satu penghuni rumah di blok H nomor 2 ditemukan tewas mengenaskan dengan leher terjerat kabel di kusen pintu tengah rumah, sekitar pukul 09.00 WIB.

Pria 21 tahun itu diduga bunuh diri karena depresi dengan kondisi ekonomi keluarganya.

Menurut informasi yang didapat di lokasi kejadian, sehari sebelumnya Jhon pernah mencoba bunuh diri dengan cara yang sama namun menggunakan selang air. Namun percobaan bunuh diri itu gagal sebab selang air tersebut putus.

Senin pagi, diduga Jhon kembali mengulangi aksinya itu dengan menggunakan kabel televisi dan diapun tewas tergantung di kusen pintu tengah rumah pamannya itu.

Aksi bunuh diri tersebut tak diketahui secara pasti, sebab saat korban melakukan aksi bunuh diri tidak ada orang di rumah.

“Pamannya ini punya warung di blok lain, makanya semua orang di rumah itu lagi di warung, dia sendiri di rumah ini,” kata ketua RW 17 di perumahan tersebut, Rudol Manullang, kemarin.

Sekitar pukul 09.00 WIB saat salah satu penghuni rumah balik ke rumah, korban sudah ditemukan tewas tergantung. Temuan itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian Batuaji dan membuat warga sekitar heboh.

Menurut warga di lokasi kejadian, pagi sebelumnya, Jhon masih sempat terlihat berada warung pamanya, sehingga warga tak menyangka korban akhirnya ditemukan tewas gantung diri seperti itu.

“Tadi masih sempat lihat dia di warung kok. Anak itu memang agak depresi belakangan ini. Karena sempat mau bunuh diri juga kemarin,” kata Rani warga lainnya di lokasi kejadian.

Kejadian ini membuat keluarga Jhon syok. Tangis pilu langsung memecahkan keheningan situasi perumahan itu pagi kemarin. “Kenapa kau nak, kok begini jadinya,” tariak salah seorang wanita di rumah kejadian.

Selang tak berapa lama, jenazah korban dievakuasi oleh tim Inafis Polresta Barelang dan anggota Polsek Batuaji untuk dibawa ke Rumah sakit Bhayangkar Polda Kepri agar divisum.

Aksi bunuh diri Jhon itu diakui warga diduga karena depresi. Jhon memang belum dikenal baik oleh masyarakat setempat sebab dia baru tiga bulan di Batam. Selama berada di perumahan itu, Jhon terlihat agak lain. Dia sering malamun dan sendirian karena diduga depresi tak bisa melanjutkan kuliah dan harus menjadi pengangguran di Batam selama tiga bulan. “Lagi cari kerja dia tapi belum dapat, mungkin itu kali dia jadi depresi,” ujar Rudol.

Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko membenarkan kejadiannya. Dari keterangan yang diperoleh keluarga, korban diperkiraan bunuh diri sekitar pukul 07.30 WIB. Posisi korban setengah jongkok gantung diri menggunakan tali kabel televisi di pintu tengah. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terlebih dulu, sekarang korban dilarikan ke RS Bhayangkara untuk divisum.

“Korban gantung diri pakai tali kabel, kami masih menyelidikinya. Masih menunggu keterangan visum dari rumah sakit,” kata Sujoko. (eja)

Respon Anda?

komentar