Mau Demo, Gugat, Pasang Spanduk, BP Batam Tak Peduli, Tarif Baru UWTO Tetap Berlaku

7318
Pesona Indonesia
Direktur Promosi dan Humas BP Batam Purnomo Andiantono. Foto: Dalil harahap/batampos
Direktur Promosi dan Humas BP Batam Purnomo Andiantono. Foto: Dalil harahap/batampos

batampos.co.id – Aksi demo warga Batam menolak tarif baru uang wajib tahunan otorita (UWTO) di depan Kantor BP Batam, Selasa (1/11/2016) pagi tak membuat BP Batam bergeming.

Bahkan, rencana buruh menggelar demo besar-besaran pada 9-10 November 2016 mendatang, tak membuat BP Batam gusar. BP bahkan mempersilakan siapa saja yang mau menggelar aksi. Begitupun pihak yang ingin menggugat tarf baru UWTO itu.

“Itu merupakan hak masyarakat untuk menjalankan aksi untuk mengeluarkan aspirasinya masing-masing,” kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono.

Andi berdalih, BP Batam hanya menjalankan aturan pemerintah melalui PMK 148/2016.

“Kami hanya bertugas menjalankan,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengaku pihaknya tak bisa berbuat banyak atas kenaikan tarif UWTO itu. Rudi mengatakan, Pemko Batam tak bisa menggugat BP Batam karena statusnya sama-sama instansi pemerintahan.

“Pemko Batam tak punya kuku terkait hal ini,” terang Rudi, Senin (31/10/2016).

Namun secara pribadi, Rudi menegaskan menolak hal itu. Apalagi, kebijakan itu dinilai merugikan masyarakat. Sehingga secara intustusi, Pemko Batam hanya bisa pasrah.

“Pemko Batam tak bisa menolak. Namun saya Muhammad Rudi sebenarnya menolak untuk kenaikan itu,” tegas Rudi.

Karenanya, Rudi hanya bisa menunggu bagaimana keputusan pemerintah pusat untuk menjawab keresahan masyarakat.

“Biarkan hukum yang bicara. Kita tunggu saja,” pungkas Rudi. (cr1/rng/leo/ska/eja/she)

Respon Anda?

komentar