Tolak Tarif Baru UWTO, Ribuan Buruh di Batam Bakal Demo BP Batam

1729
Pesona Indonesia
Ratusan buruh menggelar aksi di depan kantor PTUN Tanjungpinang di Sekupang, Batam, Rabu (21/9/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Ilustrasi Demo buruh. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id -Setelah ratusan warga Batam menggelar aksi penolakan terhadap tarif baru Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) di kantor BP Batam, Selasa pagi (1/11/2016), giliran buruh di Batam yang bakal mengerahkan ribuan massa pada 9-10 November 2016 mendatang.

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kepri, Syaiful Badri mengungkapkan kenaikan UWTO akan membuat beban pengusaha semakin besar.

“Dan imbasnya akan kena ke buruh. Tingkat kesejahteraan akan menurun,” jelasnya.

Ia juga menambahkan masih banyak masyarakat Batam belum memahami UWTO dengan baik.

“Karena belum jatuh tempo makanya santai-santai saja. Nanti kalau sudah tiba, baru paham,” katanya.

Selain menambah beban pengusaha dan juga menyulitkan dunia investasi, kenaikan UWTO akan membuat daya beli buruh semakin menurun.

“Kebutuhan hidup akan semakin meningkat,” ujarnya.

Makanya kalangan buruh akan melakukan demo besar-besaran di jalan menolak tarif UWTO.

“Aksi turun jalan untuk semua kepentingan masyarakat Batam,” jelasnya.

Rencana aksi demo ini disikapi Polda Kepri. Sedikitnya ada 500 personel polisi yang disiagakan untuk mengamankan jalannya aksi ini.

“Kami siap, dan jajaran Polresta Barelang yang turun dalam pengamanan. Kami dari Polda Kepri akan mem-backup apabila terjadi hal-hal yang di luar kendali,” kata Plt Kabid Humas Polda Kepri, S Erlangga, Senin (31/10/2016).

Erlangga berharap, para pendemo tetap menjaga keamanan dan ketertiban dalam menyampaikan aspirasinya. Rencananya, mereka akan demo di depan gedung BP Batam, Batamcenter. (cr1/rng/leo/ska/eja/she/bp)

Respon Anda?

komentar