Bertemu Media Nasional, Jokowi Bahas Penahanan Dahlan Iskan

2185
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo dan para pemimpin redaksi media massa nasional Senin sore (31/10) kemarin menggelar pertemuan. Kasus penahanan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan dibahas di dalamnya.

Dalam pertemuan selama sekitar dua jam itu, beberapa pimpinan media secara tegas menyampaikan tidak jelasnya penegakan hukum di Indonesia. Contohnya, penetapan tersangka dan penahanan terhadap Dahlan Iskan. Kerugian negara belum dihitung, tetapi Dahlan sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Sorotan utama ditujukan kepada jaksa agung. “Jaksa agung itu gak ada kerjanya. Cuma kalau mau reshuffle aja ramai-ramai soal hukuman mati. Tapi, setelah selesai reshuffle, tidak ada lagi,” ujar Lestyanta R. Bhaskoro dari Koran Tempo.

Presiden Jokowi menyimak dengan saksama apa yang diungkapkan Bhaskoro. Sambil menyimak, sesekali Jokowi mencatatnya di secarik kertas Menurut Bhaskoro, Dahlan adalah mantan menteri BUMN, tapi diperlakukan seperti itu oleh kejaksaan yang terkesan mencari-cari kesalahan.

Dia menegaskan, Kejaksaan Agung perlu direformasi.

“Lembaga lain sudah melakukan reformasi, tapi Kejaksaan Agung belum,” katanya.

Ungkapan Bhaskoro tersebut ditimpali Totok Suryanto dari TVOne yang menyampaikan kegelisahan yang hampir serupa.

Apa tanggapan Jokowi? “Saya setuju bahwa kita harus membenahi aparat hukum. Baik di kejaksaan maupun kepolisian,” ungkapnya.

Jokowi juga menyoroti buruknya kultur hukum di Indonesia. Menurut dia, jika kultur itu belum dibenahi, tidak akan ada perbaikan di lembaga penegak hukum.(bay/c5/nw/JPG)

Respon Anda?

komentar