Desember, PT Sanyo Energy Batam Tak Beroperasi

838
Pesona Indonesia
foto: rezza herdiyanto / batampos
foto: rezza herdiyanto / batampos

batampos.co.id – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan PT Sanyo Energy Batam akan tutup total pada Desember mendatang. Meski begitu, perusahaan asal Jepang yang berlokasi di Batamindo Industrial Park, Mukakuning, Batam itu belum menyampaikan surat resmi ke BP Batam.

“Sekarang masih beroperasi. Masih ada karyawannya yang bekerja,” kata Kepala Sub-Direktorat Penanaman Modal BP Batam, Adi Sugiharto, Selasa (1/11).

Adi mengatakan, rencana penutupan perusahaan itu sudah diawali dengan pengurangan karyawan dalam beberapa tahap. Hingga saat ini sudah ada 574 karyawan PT Sanyo Energy Batam yang tidak diperpanjang kontraknya. Selain itu, sebanyak 30 karyawan yang berstatus karyawan tetap dirumahkan dan tetap menerima gaji. Sementara sebanyak 80 karyawan masih bekerja seperti biasa.

“Mereka sudah menyelesaikan hak-hak karyawan. Seperti, membayarkan pesangon untuk 574 karyawan kontraknya,” ujarnya.

Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami, mengatakan penutupan PT Sanyo Energy Batam ini tidak ada kaitannya dengan kenaikan tarif Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) di BP Batam. Melainkan murni karena alasan tidak adanya lagi order atau pesanan produk.

Dia menjelaskan, PT Sanyo Energy Batam beroperasi sejak tahun 1992 di Batam. Ia perusahaan gabungan dari PT Sanyo Electric Hongkong, PT Sanyo Energy Singapura, dan PT Panasonic Asia Pasific Singapura. Unit bisnisnya itu memproduksi cell dan baterai.

BKPM BP Batam mencatat, nilai investasi perusahaan itu mencapai 87 juta dolar AS hingga tahun 2009 lalu. Namun, produksi menurun sejak tahun 2010. Kondisi itu tak berubah hingga tahun 2016.

“Sebelum ada kejadian ini, industri mereka sudah turun. Sudah banyak saingannya. Sekarang saja baru mereka mengambil keputusan untuk menghentikan sementara,” jelas Gusmardi.

Selain PT Sanyo Energy Batam, belum ada lagi perusahaan asing (PMA) yang hendak tutup dalam waktu dekat. BKPM terus melakukan pengawasan terhadap PMA-PMA yang beroperasi di Batam. Sehingga jika sewaktu-waktu tutup, mereka tetap bertanggungjawab dalam penyelesaian hak-hak karyawan.

Manager Admin and General Affair PT Batamindo Investment Cakrawala, Tjaw Hioeng, juga memastikan PT Sanyo Energy Batam akan segera tutup total. Namun saat ini perusahaan tersebut masih beroperasi meski hanya dengan sedikit karyawan.

“Mereka tutup operasi. Ia betul,” kata Tjaw, kemarin.

Menurutnya, berdasarkan surat pemberitahuan oleh perusahaan untuk karyawan, operasional perusahaan berakhir pada Selasa (1/11). “Pemberitahuan ke karyawan mulai hari ini (kemarin, red), mungkin tutupnya akhir bulan kali,” ucapnya.

Dia mengatakan kepastian tersebut setelah pihaknya berdiskusi dengan pihak PT Sanyo Energy Batam pekan lalu. “Secara tertulis belum, saya lupa harinya. Nanti (secara tertulis) pasti ada (pemberitahuan tutupnya),” ucap Wakil Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri ini.

Menurutnya, perusahaan tersebut tutup lantaran sepi order. Sehingga keuntungan perusahaan tak mampu lagi menutup biaya operasional.

“Dari tahun 2010 trennya memang turun terus dan sampai pada titik tertentu tidak tahan lagi,” tambahnya.

Sementara itu, pantauan Batam Pos di PT Sanyo Energy Batam yang berlokasi di Lot 11 Kawasan Industri Batamindo, terlihat beberapa karyawan masih bekerja. (ceu/cr13/eja/she/cr17)

Respon Anda?

komentar