Polda Kepri Perintahkan Polresta Barelang Tertibkan Truk Tanpa Penutup

581
Pesona Indonesia
Truk pengangkut tanah saat melintas di Jalan Raya Engku Putri Batamcentre tanpa menggunakan penutup. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Truk pengangkut tanah saat melintas di Jalan Raya Engku Putri Batamcentre tanpa menggunakan penutup. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Polda Kepri meminta Satlantas Polresta Barelang, menertibkan truk-truk pengangkut tanah yang tidak menggunakan penutup di jalanan Batamsaat melintas di jalanan umum di Kota Batam.

Selain menyalahi aturan yang ada, keberadaan truk ini juga cukup meresahkan warga. Tanah yang berceceran dibawa truk ini, meningkatkan potensi terjadinya lakalantas karena jalanan menjadi licin saat hujan. Bahkan bongkahan atanah yang berceceran juga berbahaya.

“Memang menyalahi aturan yang ada, saya sudah menghimbau jajaran satlantas Polresta Barelang menertibkan para pengemudi truk pengangkut tanah tersebut,” kata Wakil Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Kepri AKBP Windiyanto Pratomo pada Batam Pos.

Windiyanto langsung menghubungi Kasat Lantas Polresta Barelang. Dalam percakapan tersebut, ia meminta Kasatlantas agar segera meluncur ke tempat-tempat yang diduga sering dilalui truk-truk tanpa penutup tersebut.

“Kendaraan angkut tanah, banyak menganggu pengguna jalan lain, ditertibkan. Tolong dibina lagi yah,” ucapnya mengarahkan Kasatlantas melalui sambungan telepon.

Tak berapa lama, ia menelepon bagian satlantas yang lain. Dari pembicaraan tersebut, ia juga meminta untuk ditertibkan truk-truk nakal yang menganggu pengendara lain. “Sudah saya arahkan semua (untuk penertiban,red),” ungkapnya sembari menutup telpon.

Ia mengatakan mengenai pemakaian terpal pada truk-truk pembawa tanah, sudah lama disosialisasikan pihak Ditlantas Polda Kepri. Beberapa waktu lalu, aksi truk bawa tanah tanpa penutup ini sempat tak terlihat. Namun akhir-akhir ini makin marak terjadi.

Truk-truk ini juga sering menjadi penyebab kecelakaan lalulintas di jalan raya. Dimana truk pebawa tanah menabrak pos polisi, menabrak pengendara roda dua.

Selain itu akibat tanah yang berceceran, beberapa pengedara roda dua sering terjatuh.
Hal ini terjadi di daerah Nongsa pada beberapa waktu lalu, ada terjadi beberapa kecelakaan tunggal akibat pasir dibawa truk tersebut berserakan dijalanan.

Akibat hal ini, masyarakat sekitar jalan menuju ke Punggur memboikot truk-truk pebawa pasir tersebut.

“Sudah delapan orang yang jatuh disini, teman kami mendapat 29 jahitan akibat lakalantas karena jalanan licin disini,” kata Ketua Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) Indra pada beberapa waktu lalu.

AKBP Windiyanto menuturkan bahwa pihaknya akan serius menangani masalah ini. “Kalau sudah menganggu ketertiban masyarakat, akan kami tertibkan segera,” ungkapnya.

Nantinya pihak kepolisian, kata Windiyanto akan melakukan koordinasi dengan pihak beberapa instansi lainnya. “Kami akan berkoordinasi dengan Dishub,” pungkasnya. (ska)

Respon Anda?

komentar