Topeng Mak Yong Pukau Warga Solo

887
Pesona Indonesia

mak-yong-di-solobatampos.co.id –  Mahasiswa Kepulauan Riau yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Kepulauan Riau (IPMKR) Surakarta ikut berpartisipasi mengenalkan budaya Melayu dalam berbagai kesempatan yang ada. Melalui Sanggar Sri Gemala Laksamana, mereka menampilkan eksotika tari topeng Mak Yong pada helatan Festival Topeng Internasional 2016 di Solo, Sabtu (29/10) lalu.

Amrizal selaku koordinator rombongan IPMKR Surakarta dalama acara ini mengungkapkan, tari Topeng Mak Yong merupakan tari kreasi yang terinspirasi dari Mak Yong yang merupakan kesenian asli Kepri. Kemudian tari ini digarap secara khusus oleh Fivi Kurniawati, Nur Diniyah Indra, Ziane Ramadhaningrum, Fentynia Madani, Vionella Moutika Putri, dan Ade Indah Octavia yang sudah berlatih sejak jauh-jauh hari.

“Teman-teman kami di sini tidak pernah lupa untuk tetap menampilkan kebudayaan Melayu Kepri agar semakin dikenal banyak orang,” ujar Amrizal, melalui sambungan telepon pada Batam Pos.

Lebih lanjut Amrizal menuturkan, bukan kali ini saja anak-anak IPMKR Surakarta mengenalkan kebudayaan Melayu. Pada banyak kegiatan budaya yang ada di sana, mereka tetap mengusahakan melibatkan diri. Harapannya sederhana.

“Kami ingin Kepri dengan segala potensi kebudayaan dan pariwisatanya bisa semakin dikenal luas,” ungkapnya.

Sebuah usaha yang patut diacungi jempol. Anak-anak IPMKR Surakarta tidak melewatkan berpartisipasi di festival topeng ini mengingat acara ini merupakan festival yang menyedot animo tinggi warga Solo dan sekitarnya. Amrizal mengatakan, tidak sedikit orang yang bertanya tentang Kepri.

“Di sini kami rasa tempat terbaik untuk mempromosikan kebudayaan Kepri,” ujarnya.

Akhir tahun mendatang, sambung dia, IPMKR Surakarta juga sudah berencana akan ikut terlibat dalam pelbagai kegiatan bertaraf internasional yang ada di Solo. Amrizal mengharapkan Pemerintah Provinsi Kepri dapat menyokong niatan mengenalkan kebudayaan Kepri ini ke masyarakat luas.

“Ya bagaimana pun, kami masih banyak kekuraangan seperti baju tari dan alat musik,” pungkasnya. (aya)

Respon Anda?

komentar