Ini 7 Pernyataan Sikap PBNU Terkait Demo 4 November

1694
Pesona Indonesia
Ribuan massa dari berbagai Ormas Islam bersatu melakukan aksi damai menuntut Ahok ditangkap terkait dugaan penistaan terhadap Alquran yang dilakukan Ahok saat bertemu masyarakat Pulau Seribu beberapa waktu lalu. Aksi besar-besaran akan kembali digelar Jumat 4 November 2016. Foto: indowarta
Ribuan massa dari berbagai Ormas Islam bersatu melakukan aksi damai menuntut Ahok ditangkap terkait dugaan penistaan terhadap Alquran yang dilakukan Ahok saat bertemu masyarakat Pulau Seribu beberapa waktu lalu. Aksi besar-besaran akan kembali digelar Jumat 4 November 2016. Foto: indowarta

batampos.co.id – Terkait aksi unjuk rasa besar-besaran yang akan digelar besok, Jumat (4/11), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan 7 poin pernyataan sikap.

Tujuh poin pernyataan sikap itu yakni:

1. Ketika Allah dan kitab-Nya, Rasul dan Ulamanya dinistakan, maka semua pengikut Muhammad SAW akan tersinggung.

2. Siapapun yang melakukan itu akan menjadi objek ketersinggungan umat Islam.

3. Komando PBNU agar warganya tidak ikut Demonstrasi dipastikan tidak efektif. Warga Nahdliyin akan turun dgn menggunakan atribut lain. Mereka akan berbaur bersama komponen umat yang lain.

4. Karenanya Pemerintah Indonesia dalam hal ini Presiden dan Kapolri wajib dengan sigap mengambil tindakan tepat cepat dan tegas untuk sesegera mungkin menunjukkan kepada publik, bahwa saudara Basuki CP sebagai terduga menista agama Islam telah diproses dengan serius.

5. Agar suasana ibu kota negara dapat terkendali, mohon agar dipertimbangkan Saudara Basuki CP diamankan di Mabes Polri.

6. Demonstrasi tanggal 4 November agar tetap konsisten untuk mengawal penegakan hukum sebagaimana isi surat MUI.

7. Perlu diketahui oleh warga NU bahwa Kiyai H. Ma’ruf Amin adalah Ketua Umum MUI dan sekaligus Rois Aam NU. Pemimpin tertinggi Nahdlatul Ulama.

Cengkareng 3 November 2016

Andi Jamaro Dulung
Ketua PBNU

(pst)

Respon Anda?

komentar