Dermaga Apung Pelantar Kuning Terancam Roboh

261
Pesona Indonesia
Ilustrasi pelabuhan apung. Foto: rssing.com
Ilustrasi pelabuhan apung. Foto: rssing.com

batampos.co.id – Ponton atau dermaga apung yang berada diujung Plantar Kuning yang digunakan untuk tempat menaik dan menurunkan penumpang terancam roboh. Meski sudah beberapa bulan rusak, tapi belum ada perbaikan sama sekali.

Pantauan di lapangan, potensi robohnya ponton tersebut karena adanya coran semen yang rapuh hingga menyebabkan dermaga apung tersebut menjadi miring.

Selain itu, dermaga apung yang terbuat dari besi itu pun terlihat karatan dan tidak terawat.

Masih pantauan di lapangan, Dinas Perhubungan Provinsi Kepri dan Kota Tanjungpinang pun memasang spanduk yang berisi himbauan demi keselamatan dan keamanan penumpang untuk sementara waktu ponton tidak dapat difungsikan.

Salah seorang penambang Pompong, Wadi, mengatakan meski kondisi bangunan itu sudah lebih dari sebulan mengalami kerusakan, namun belum ada perbaikan yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda).

”Mereka sudah melakukan pengecekan, tapi belum ada tindakan sama sekali. Mungkin, tunggu ada musibah baru diperbaiki,” ujar Wadi, Rabu (2/11/2016).

Dikatakan Wadi, saat ini kondisi cuaca sudah memasuki musim utara. Pasang surut air juga sangat berpengaruh. Untuk itu, keberadaan ponton di sana sangat diperlukan.

”Kalau surut jauh, mau tidak mau nanti menaik turunkan penumpang terpaksa di ponton yang sudah rusak itu,” kata Wadi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dihubkominfo) Pemko Tanjungpinang, Wan Samsi, mengatakan Pemko melalui dinas yang dipimpinnya telah menyurati Pemprov Kepri untuk segera memperbaiki ponton itu. Sebab ponton tersebut hasil kerjaan Provinsi Kepri.

”Tak hanya yang di Plantar Kuning, ponton yang ada di Pulau Penyengat juga sudah miring. Makanya kami mengirimkan surat untuk segera di perbaiki,” ujar Wan Samsi.

Dikatakan Wan Samsi, perbaikan ponton tersebut harus segera dilaksanakan. Karena itu untuk kegunaan masyarakat yang dari atau pun ke Pulau Penyengat.

”Jangan sampai ada korban baru di perbaiki. Semoga Pemprov mendengar, melihat serta cepat memperbaiki. Karena itu untuk keperluan orang banyak,”pungkasnya. (ias)

Respon Anda?

komentar