Pelabuhan Internasional Tutup, Hotel di Tanjungbatu Merana

1193
Pesona Indonesia
Hotel Gembira, salah satu hotel di Kundur, Tanjungbatu, Karimun, Kepri yangmasih bertahan meski tamu sepi. Foto: iman sukarno/batampos
Hotel Gembira, salah satu hotel di Kundur, Tanjungbatu, Karimun, Kepri yangmasih bertahan meski tamu sepi. Foto: iman sukarno/batampos

batampos.co.id– Ditutupnya pelabuhan internasional di Tanjungbatu, Karimun, Kepri, berimbas pada sepinya tamu hotel dan wisma di Kundur.

Apalagi belum adanya obyek wisata yang memiliki daya pikat pengunjung, turut menjadi penyebab sepinya tamu hotel.

Kondisi ini sangat dirasakan sejumlah pengelola hotel di Tanjungbatu saat ini sehingga nasib hotel ibarat buah simalakama. Bertahan merugi, ditutup tambah rugi.

Manager Hotel Gembira Tanjungbatu Syaiful mengaku, jumlah kunjungan hotel terus menurun dalam beberapa tahun belakangan ini.

Sudah empat hari, hotel yang memiliki fasilitas ratusan unit kamar hanya terisi tiga unit. Sementara biaya operasional yang harus dikeluarkan cukup besar.

“Saat ini kita dari manajemen Hotel Gembira hanya mengoperasikan 40 kamar dari tiga lantai. Sedangkan satu lantai terpaksa kita kosongkan. Mengingat, jumlah pengunjung yang terus menurun,” beber Syaiful, Rabu (2/11/2016) kemarin.

Minimnya pemasukan yang tidak sebanding operasional, membuat manajemen harus membuat kebijakan bertahan. Karena, masih ada tamu yang mau menginap.

“Dapat bertahan saja sekarang, sudah bagus. Target kunjungan wisatawan luar tidak bisa terpenuhi, seiring tidak adanya kapal ferry dari Malaysia dan Singapura ke Tanjungbatu. Setiap harinya paling-paling hanya ada dua sampai empat tamu yang menginap. Meskipun sepi tamu, namun  membayar pajak setiap bulanya tidak pernah menunggak karena pajak menjadi kewajiban,” tegas Syaiful.

Lebih lanjut dikatakan pihak hotel sebenarnya pernah melakukan sejumlah terobosan melalui promosi  harga kamar baik ke Malaysia hingga ke Singapura. Keluhanya yang sering disampaikan tamu tidak adanya obyek wisata dan tujuan yang dapat dikunjungi.

Padahal masalah pelayanan, maupun fasilitas kamar hotel dan kebersihan hotel menjadi perhatian kita. Tidak adanya obyek wisata yang menarik di pulau Kundur menjadi faktor utama sepinya tamu hotel.

Data yang diperoleh Batam Pos, di Kundur terdapat 17 hotel dan wisma serta penginapan yang sampai sekarang masih operasional.

Terdiri dari enam hotel yakni hotel Gembira, Taman Gembira, Pelangi, Prima Safari Raya, dan hotel Mataram serta sembilan wisma dan dua penginapan.

Meskipun kondisinya sepi tamu, namun pengelola hotel, wisma dan penginapan memiliki kesadaran membayar pajak. (ims)

Respon Anda?

komentar