Satpol PP Segel 8 Panti Pijat Esek-esek

620
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Delapan panti pijat di kawasan belakang ruko Nagoya Newtown Lubukbaja disegel, kemarin. Selain mendapati ratusan obat kuat dan alat kontrasepsi (kondom), petugas juga mendapati terapis yang tengah hamil 7 bulan.

Delapan panti pijat itu adalah Sinar Kuda Mas Massage, Karya Sukses Bersama massage, Beautifull massage, Good One Massage, Elline massage, Victorios massage, Kings Massage, Tween Galon Mas

Suasana kawasan Nagoya Newtown Rabu (2/11) siang mendadak heboh. Puluhan petugas Satpol PP Batam tiba-tiba memeriksa puluhan ruko yang menyediakan jasa pijat. Dari puluhan tempat, delapan tempat usaha massage ini ternyata izinnya sudah mati bahkan tak memiliki izin sama sekali.

“Pengawasan kita ada di puluhan usaha massage, namun 8 izinnya sudah mati, bahkan tak ada izin,” ujar Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Kota Batam, Gustian Riau, kemarin.

Dilanjutkannya, usaha yang dijalankan delapan panti pijat itu tak sesuai standar usaha jasa pijat kesehatan yang ruanganya harus terbuka. Namun disana, antara ruangan yang satu dengan yang lain digunakan penyekat tertutup. Petugas juga menemukan ratusan obat kuat dan alat kontrasepi. Bahkan di dalam bak sampah, ditemukan alat kontrasepsi bekas pakai.

“Yang paling kita sayangkan, satu terapis mereka ada yang tengah hamil 7 bulan. Terapis itu masih melayani tamu yang ingin memakai jasanya. Hal ini tak sesuai dengan standar Perda no 17 tahun 2001 tentang kepariwisataan ,” ungkap Gustian.

Menurut dia, dari pengawasan rutin itu, pihaknya telah mengamankan lima terapis wanita dan dua orang pria yang diduga memakai jasa terapis plus-plus. Ketujuhnya pun diboyong untuk dimintai keterangan. Sementara delapan tempat usaha itu, disegel hingga waktu yang tak ditentukan.

“Kita minta keterangan mereka, sejauh apa kegiatan yang dilakukan disana. Kita juga akan panggil pemilik tempat usaha itu. Untuk sementara tempat kita segel dan tak boleh dibuka. Kalau dibuka, bisa dibawa kejalur hukum,” papar Gustian.

Tak itu, petugas juga mendapati salon tak berizin dan beroperasi selama 24 jam. Gustian mengaku akan mendalami kegiatan apa saja yang dilakukan salon tersebut hingga buka selama 24 jam.

“Kita sudah minta keterangan beberapa karyawan disana. Mereka membantah itu jadi tempat esek-esek. Namun akan kita dalami lagi,” jelas Gustian.

Kedepannya, lanjut Gustian, pengawasan panti pijat di Batam akan lebih diperketat lagi. Pihaknya akan langsung menindak tempat pijat yang tidak sesuai standar alias esek-esek. Apalagi, untuk pengurusan izin nantinya juga akan ada dari Dinas Kesehatan Kota Batam, Kecamatan dan BPM.

“Kita berharap pemilik usaha dapat mematuhi peraturan dan standarisasi untuk usaha pijat. Kita ingin tempat pijat di Batam murni untuk kesehatan, bukan pakai plus-plus,” beber Gustian.

Masih katanya, pengawasan usaha pijat akan berlanjut hari ini. Pihaknya akan memfokuskan daerah-daerah yang banyak mendapat laporan warga. Terutama kawasan perumahaan dan bisnis.

“Untuk lokasi tak bisa kita sampaikan. Ini pengawasan rutin setia bulannya,” pungkas Gustian. (she)

Respon Anda?

komentar