15.000 Warga Muhammadiyah dan Aisyiah Ikut Aksi Bela Islam di Jakarta

698
Pesona Indonesia
Ribuan massa dari berbagai Ormas Islam bersatu melakukan aksi damai menuntut Ahok ditangkap terkait dugaan penistaan terhadap Alquran yang dilakukan Ahok saat bertemu masyarakat Pulau Seribu beberapa waktu lalu. Aksi besar-besaran akan kembali digelar Jumat 4 November 2016. Foto: indowarta
Ribuan massa dari berbagai Ormas Islam bersatu melakukan aksi damai menuntut Ahok ditangkap terkait dugaan penistaan terhadap Alquran yang dilakukan Ahok saat bertemu masyarakat Pulau Seribu beberapa waktu lalu. Aksi besar-besaran akan kembali digelar Jumat 4 November 2016. Foto: indowarta

batampos.co.id – Anggota ormas Islam Muhammadiyah termasuk Aisyiah memastikan ikut ambil bagian dalam aksi damai Bela Islam di Jakarta, Jumat (4/11/2016) hari ini. Jumlah massa dari Muhammadyah yang ikut aksi ini sedikitnya 15.000 orang.

Mereka berasal dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat,  Banten, Lampung, dan Sumatera Selatan. Ada juga dari beberapa daerah lainnya yang berangkat ke Jakarta.

‎Koordinator Nasional (Kornas) Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) mengimbau kepada warga Muhammadiyah yang ikut dalam aksi 4 November yang tidak terdaftar dan masih terpisah dari rombongannya, agar segera mendaftarkan diri di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta, Jalan Kramat Raya 49, Jakarta Pusat.

Menurut ‎Sekjen Fokal IMM Azrul Tanjung‎, meskipun dilarang membawa atribut Muhammadiyah, tapi pihaknya tidak bisa tinggal diam.

“Kami sami’na waatana pada pimpinan. Tapi kami juga tidak mungkin abai atau melakukan pembiaran terhadap kondisi warga kita yang sebagian besar sudah masuk Jakarta,” kata Azrul yang juga Sekretaris Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah di Jakarta, Kamis (3/11/2016).

Ditegaskan Azrul, aksi dilakukan sebagai reaksi atas terjadinya penistaan ayat suci Alquran dan ulama. Di sisi lain, penegak hukum tidak tegas mengusut kasus ini.

Selain itu, lanjutnya,  warga Muhammadiyah memandang tabiat Ahok berpotensi merobek-robek renda kebhinekaan yang sejak era perjuangan fisik, kemerdekaan, hingga era reformasi diperjuangkan oleh mereka.

Azrul menambahkan, aktivis Muhammadiyah di Jakarta sedang mengumpulkan teman-teman kader dari berbagai profesi, termasuk perawat, dokter, dan advokat.

Namun aksi ini tidak dalam ranah struktural Muhammadiyah, untuk menjaga takzim umat pada pimpinan.

“Alhamdulillah, ternyata di luar dugaan malah ada juga kader-kader senior pada ingin terlibat baik dari pegiat lslam, hukum hingga pensiunan PNS, militer, dan kepolisian pada berdatangan. Jadi bismillah, besok (hari ini, red) warga Muhammadiyah akan turun bersama umat Islam lainnya,” pungkasnya. (esy/jpnn)

Respon Anda?

komentar