Anggota Korpri Itu Harus Terbiasa Berinovasi

349
Pesona Indonesia
Ketua Umum DPN Korpri Zudan Arif Fakrulloh. Ia melakukan berbagai inovasi, salah satunyamembuka toko online korpri dan mengajak UKM jualan di toko online tersebut. Foto: Wiyanto/Korpri
Ketua Umum DPN Korpri Zudan Arif Fakrulloh. Ia melakukan berbagai inovasi, salah satunyamembuka toko online korpri dan mengajak UKM jualan di toko online tersebut. Foto: Wiyanto/Korpri

HARI Inovasi Indonesia tahun 2016 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang sebentar lagi akan dirayakan menjadi momentum bagi pegawai negeri sipil (PNS) untuk menjawab segala tantangan ke depan.

Kuncinya, PNS atau ASN harus terbiasa melakukan inovasi-inovasi baru untuk memaksimalkan pelayanan ke masyarakat maupun organisasi.

Hal tersebut dijawab organisasi pengayom abdi negara tersebut dengan beberapa langkah-langkah inovatif.  Misalnya membuat aplikasi Toko Online Korpri, Umrah Bareng Korpri, Korprimart, dan lainnya.

Menurut Dr Tri Widodo Utomo dari Departemen Inovasi sekaligus anggota Ketua II Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN), ‘korps batik biru’ ini mesti memperkuat peran dalam mendorong anggotanya untuk terus berinovasi. Karena menurutnya, inovasi tidak bisa ditawar-tawar lagi bagi aparatur sipil profesional.

“Sebagai institusi, aksi nyata Korpri dalam menggerakkan inovasi di antara anggota, misalnya dengan menyelenggarakan Lomba Inovasi Korpri, Festival tahunan Inovasi Korpri, mempublikasikan karya inovasi anggota Korpri, dan lainnya,” kata Tri.

Tak hanya itu, lanjutnya, Korpri juga bisa mengembangkan “rumah terampil” sebagai wadah mencetak entrepreneur baru. Program tersebut dapat diimplementasikan terutama bagi pegawai yang menjelang memasuki usia pensiun.

Dalam praktiknya, kata Tri, rumah terampil ini bekerja sama dengan unit usaha yang sudah eksis seperti peternakan, restoran atau industri pengolahan bahan pangan, percetakan, suvenir, dan start-up lainnya.

Kendati demikian, Deputi Inovasi Lembaga Administrasi Negara ini mengatakan, untuk mewujudkan hal tersebut perlu kerja keras dalam membangun budaya inovasi.

“Sayangnya, PNS masih terbiasa dengan cara kerja lama yang rutin dan kurang berani berkreasi dan berimprovisasi. Ini yang harus dilatih,” ujarnya seperti mengingatkan.

Selain itu juga masih adanya anggapan bahwa berinovasi adalah melakukan hal yang bertentangan dengan aturan, sementara perlindungan hukum bagi inovator belum dirumuskan secara tegas.

“Di samping itu, belum terbangun jejaring yang memungkinkan terjadinya sharing experience, cross vertilization, dan replikasi antarinovasi yang sudah teruji kemanfaatannya,” imbuhnya.

Karena itu, berbagai inovasi diperlukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus memaksimalkan fungsi aparatur.

“Inovasi harus menjadi pemikiran dan hasil kreasi bersama, sehingga kemanfaatannya bisa dirasakan para stakeholder, termasuk masyarakat luas di dalamnya,” tandasnya.

Ketua Umum DPKN Zudan Arif Fakrulloh yang juga anak buah Tjahjo Kumolo Menteri Dalam Negeri menyatakan, bahwa segenap jajaran pengurus Korpri nasional sangat solid dan bersatu dalam upaya mencari sumber-sumber pembiayaan yang inovatif dan tidak membebani negara.

“Salah satunya adalah membangun aplikasi Toko Online Korpri (TOK) atau ‘Tok-Tok’ sebagai cara Korpri menjadi mandiri,” kata Zudan menimpali.

Zudan yang juga Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri ini menerangkan, gerakan ekonomi masif oleh para Pegawai Negeri Sipil ini akan diluncurkan dalam perayaan Hari Ulang Tahun Korpri ke-45 yang akan dipusatkan di kawasan Monumen Nasional, Monas, Jakarta pada 29 November 2016 mendatang.

Upacara peringatan HUT Korpri tersebut akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo sekaligus bertindak sebagai Inspektur Upacara. Selesai upacara Presiden Jokowi dijadwalkan akan meresmikan langsung dengan melakukan pembelian perdana melalui aplikasi Toktok.

Toktok adalah pasar online pertama khusus untuk anggota Korpri, bukan market place seperti yang sudah ada.

“Melalui Toktok, para UKM yang mau berjualan boleh bergabung di sini. Nanti berhubungan dengan manajemen Toko Online Korpri. Sehingga Korpri bisa menggerakkan ekonomi para PNS yang beranggotakan sekitar 4,5 juta PNS lewat aplikasi Toktok ini,” kata Zudan menerangkan.

Selain itu dalam rangka merayakan HUT Korpri ke-45, organisasi profesi aparatur sipil terbesar di Indonesia ini akan menggelar serangkaian acara besar. Menurut Zudan, acara besar tersebut didedikasikan untuk menjawab tantangan dari para anggotanya.

Serangkaian acara yang digelar antara lain, Korpri Expo yaitu pameran yang akan diikuti oleh seluruh pengurus Korpri di semua tingkatan, mulai di tingkat kementerian/lembaga sampai kepengurusan di daerah. Pameran tersebut juga akan diikuti oleh sejumlah BUMN/BUMD atau perusahaan swasta yang ingin membuka jaringan komunikasi, dan kerja sama dengan korpri.

Pameran dilengkapi dengan seminar dan talkshow, dan presentasi Karya Abdi Negara yang akan menampikan banyak hal seperti karya intelektual, kreativitas inovasi kinerja ataupun pengabdian dari para PNS. Di dalamnya juga ada ekspose kinerja Korpri di seluruh tingkatan. (inf)

Respon Anda?

komentar