Gara-gara Sabu 6,63 gram, Bintoro dituntut 9 tahun

610
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Ardea Bintoro, menjadi terdakwa perkara narkotika golongan I jenis sabu, setelah warga resah dengan perilaku terdakwa sebagai pengedar narkotika. Terbukti, saat polisi melakukan penggeledahan pada terdakwa, ditemukan 6,63 gram sabu yang telah dibagi dalam 8 paket.

Akibat perbuatannya, JPU Andi Akbar menuntut terdakwa dengan pidana penjara 9 tahun dan denda Rp 1 miliar, subsider 1 tahun kurungan. “Pasal yang dikenakan sesuai dengan pelanggaran pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” ujar JPU Andi dalam sidang tuntutan yang digelar di PN Batam, Kamis (3/11).

Entah air mata penyesalan atau tidak, Ardea menangis memohon keringanan hukuman. “Saya salah. Ringankan hukuman saya yang mulia,” ujarnya dengan lirih.

Majelis hakim yang dipimpin Hakim Mangapul Manalu, didampingi Reditte Ike dan Chandra, kembali menunda sidang terdakwa hingga pekan depan. “Untuk putusan, kita lanjutkan kembali, Kamis (10/11). Terdakwa diminta kembali ditahn, dan dihadirkan di persidangan berikutnya. Sidang ditutup,” kata Hakim Mangapul menutup persidangan.

Diketahui, terdakwa yang tinggal di Sagulung ini, telah dikenal sebagi pengedar narkotika. Akan hal itu, masyarakat sekitar merasa resah melihat terdakwa yang kerap dicari atau didatangi oleh orang-orang baru yang bukan dari Sagulung.

Atas laporan masyarakat ke Polda Kepri, maka petugas Ditresnarkoba Polda Kepri melakukan pemantauan terhadap terdakwa, dan mendapati barang bukti yang langsung ditemukan dari kantong celana yang terdakwa kenakan. (cr15)

Respon Anda?

komentar