Jangan Ada Peluru Berdesing pada Rakyat di Aksi Demo Jakarta

987
Pesona Indonesia
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memimpin upacara peringatan HUT ke-71 TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (5/10/2016). FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memimpin upacara peringatan HUT ke-71 TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (5/10/2016). FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

batampos.co.id – Anggota DPR RI yang juga Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Terorisme, Muhammad Syafi’i mengapresiasi sikap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang menyatakan jangan ada peluru berdesing kepada rakyat pada demo besar-besaran pada Jumat (4/11/2016) hari ini.

“Saya apresiasi Pak Gatot. Umat Islam itu bukan teroris,” ujarnya Rabu (2/11/2016) lalu.

Karenanya, Syafi’i pun mengingatkan kepolisian yang berada di garda terdepan pengamanan demonstrasi bertajuk Aksi Bela Islam II untuk menuntut Basuki T Purnama alias Ahok diadili itu, jangan sampai menteror rakyat.

“Maka, saya berani katakan, berhentilah menteror rakyat, kalau ada satu peluru yang dimuntahkan kepada rakyat, maka mereka itu sebenarnya adalah teroris,” sambungnya.

Politikus Partai Gerindra itu mengatakan tuntutan pengunjuk rasa sebenarnya sederhana. Yakni menegakkan hukum secara adil terhadap Ahok yang diduga menistakan Alquran.

Namun, katanya, yang terjadi justru pemerintah seolah mempertaruhkan bangsa untuk satu orang yang melanggar hukum. Padahal Ahok bukan orang yang berjasa luar biasa.

“Ini hukum tidak ditegakkan rakyat diteror. Jangan jadi teroris, meneror rakyat,” pungkasnya.(fat/jpnn)

Respon Anda?

komentar