Jelang Maghrib, Massa Pendemo Menolak Bubar Sebelum Bertemu Presiden

1096
Pesona Indonesia
Peserta demo 4/11. (foto: jpg)
Peserta demo 4/11. (foto: jpg)

batampos.co.id – Menurut ketentuan, massa aksi demonstrasi hari ini harus membubarkan diri setelah pukul 18.00 WIB. Jika tidak, maka aparat keamanan akan membubarkan secara paksa.

Namun, menjelang waktu salat Maghrib, perwakilan massa aksi tetap bertahan di sekitar Istana dan hanya mau bertemu dengan Presiden Jokowi, dan bukan dengan Menteri atau pejabat negara lainnya. Sementara Jokowi masih ada tugas di luar istana.

Menurut pendemo, Presiden jokowi sudah mengetahui rencana aksi damai ini. Karenanya tidak ada alasan untuk meninggalkan Istana.

“Seharusnya Presiden bisa menemui kami,” kata Koordinator GNPF-MUI, Bachtiar Nasir, Jumat (4/11).

Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochamad Iriawan, mencoba memberitahukan Bachtiar bahwa Presiden sudah menugaskan Menko Polhukam Wiranto untuk bertemu dengan perwakilan demonstran.

Mendengar penjelasan Iriawan. Bachtiar menolaknya, dan tidak mau bertemu dengan Wiranto.

“Jika begitu, saya kembali lagi (ke barisan),” kata Bachtiar.

Sebelumnya, dua perwakilan organisasi masyarakat (ormas) yang berdemo diperkenankan masuk untuk menemui perwakilan pemerintah di dalam Istana Negara, Jakarta. Kedua perwakilan massa tersebut adalah Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI, Bachtiar Natsir dan Wakil Ketua Zaitun Rasmin. (sam/sta/pst)

Respon Anda?

komentar