Limbah Sisa Pengolahan Air ATB Batam Jadi Kompos Penyubur Tanaman

IPB Telah Lakukan Kajian Komprehensif

511
Pesona Indonesia

komposatbTahukan Anda, limbah hasil proses produksi air dari instalasi Pengolahan Air (IPA)/WTP Duriangkang yang dikelola oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB) ternyata bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kompos.

Hal inipun sudah dilakukan kajian secara komprehensif akademis dari Laboratorium Analisa Institut Pertanian Bogor (IPB).

Sludge (flok) sisa produksi air ini, sudah bisa diaplikasikan pada jenis tanaman repregetasi dan lansdscape yang sesuai dengan lingkungan disekitar WTP Duriangkang.

“Pemanfaatan sludge ini pun sebelumnya sudah dibicarakan secara intens antara ATB dengan IPB. Sehingga didapati kepastian secara analisis bahwa sludge kita memang aman dan bebas dari kandungan logam berat, sekaligus bebas dari toksit serta mikrobiologi parasit. Sehingga bisa dihasilkan sebuah kesimpulan bahwa penerapann sistem managemen lingkungan kita (ATB) merupakan perusahaan yang bebas limbah,” jelas Ronny Hartawan Manager QHSE ATB, Rabu (2/11).

Ronny juga menambahkan, setelah melakukan diskusi dan analisis secara mendalam dengan pihak IPB , diketahui limbah sludge yang ada di ATB dapat membuat pupuk dengan metode kering atau kompos dan dipastikan tidak mengamdung limbah B3 dan parasit yang bersifat negatif

“Justru dari analisa lab dari IPB, protein organik sangat banyak terkandung dalam sludge hasil pengolahan air bersih kita, sehingga bisa dipergunakan untuk membuat kompos Dan dapat menyuburkan tanaman,” jelasnya.

Sebelumnya, tim sudah melakukan Analisa dilapangan terkait limbah hasil produksi air bersih tersebut, dengan berbagai metode perbandingan dan kontrol selama tiga bulan. Dan didapati tanaman-tanaman yang sudah ditambahkan kompos dan sludge aktifator akan memperlihatkan hasil yang sangat positif.

“Dari analisa tanaman yang menggunakan kompos pertumbuhannya sangat baik. Yang kita harapkan kedepannya adalah sebuah metode yang memungkinkan dilakukan ATB dengan biaya yang paling optimal,”ujarnya.

Sludge yang sudah bisa digunakan, nantinya tidak hanya bisa dilihat dari pihak BP Batam maupun Bapedalda Kota Batam namun juga pihak lain seperti dinas kehutanan, dan pertamanan,” jelas Rony.

Selain sludge, kedepan ATB akan memanfaatkan air yang dibuang ke environtment dan bisa dimanfaatkan kembali dalam proses.
Dengan kata lain, tidak akan ada lagi air dari hasil backwash akan dibuang keluar namun akan digunakan kembali.

Namun butuh infrastruktur berupa fasilitas penangkap sludge itu sendiri di WTP, dan sudah di sampaikan ke perwakilan di BP Batam.

“Kedepan tidak hanya sludge, kita masih ada program berupa limbah sisa kapur, ini yang bisa jadi proyek berikutnya apabila disetujui Direksi. semuanya kita lakukan kajian terlebib dahulu. Apakah kualitas kapur yang ada bisa dimanfaatkan seperti sludge atau tidak. Tujuannya ini bukan jadi limbah yang tidak berguna lagi namun bisa dimanfaatkan,” katanya

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelola Waduk BP Batam, Hadjad Widagdo mengatakan, mewakili BP Batam pihaknya menyambut baik program yang disiapkan ATB dengan memanfaatkan limbah sludge dari WTP Duriangkang.

Hadjad menilai ini suatu solusi terhadap permasalahan lingkungan yang ada karena bisa meningkatkan Catchment area.

“Ini solusi terhadap lingkungan yang dihadirkan ATB, selama ini hanya pendamping terhadap limbah di WTP yang ada, namun sekarang sudah bisa di kenali potensi yang ada sehingga bisa diolah menjadi produk yang bisa bermanfaat untuk penghijauan di kawasan Catchment area dan lingkungan lainnya seperti landscape kota, dengan adanya ini ATB juga peduli pada lingkungan,” harap Hadjad Widagdo.

Pada saat tersebut, Tim IPB Yadi Setiadi Ahli Mikoriza, Rehabilitasi Lahan Pasca Tambang dan Muhiran bersama perwakilan Bapedalda Kota Batam dan BP Batam meninjau langsung hasil tanaman yang telah menggunakan kompos yang berasal dari limbah sludge WTP Duriangkang. ***

Respon Anda?

komentar