Polisi Malaysia Mengaku Kesulitan Tangani Sindikat Penyalur TKI Ilegal

590
Pesona Indonesia
Pemulangan jenazah pertama TKI ilegal yang berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Polda Kepri atas nama Desiana asal Batam di RS Bhayangkara, Nongsa, Kamis (3/11/2016). Foto:Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Pemulangan jenazah pertama TKI ilegal yang berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Polda Kepri atas nama Desiana asal Batam di RS Bhayangkara, Nongsa, Kamis (3/11/2016). Foto:Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Kapolda Kepri Brigjen Sam Budigusdian bertemu dengan perwakilan Polisi Diraja Malaysia di Mapolda Kepri, Kamis (3/11/2016) sore.

Dalam pertemuan tersebut, Polda Kepri meminta pertanggungjawaban pihak kepolisian Malaysia terkait maraknya aktivitas ilegal yang berasal dari Malaysia, terutama kasus penyelundupan narkoba dan TKI.

“Kami sudah bahas semuanya terutama kasus narkoba dan TKI seperti ini,” ujar Sam.

Sam menjelaskan perwakilan polisi Malaysia yang hadir pada pertemuan tersebut sekelas dengan Direktorat Reserse dan Direktorat Polisi Air Polda. Dalam pertemuan itu dua topik utama yang dibahas yakni penyelundupan narkoba dan TKI.

Untuk TKI, polisi Malaysia mengaku kesulitan mengawasi. Itu karena keberadaan TKI selalu kucing-kucingan dengan petugas di sana. Begitu juga dengan keberadaan kamp atau lokasi penampungan TKI, baik di tempat kerja ataupun saat mau pulang ke Indonesia.

“Di hutan mereka sembunyi, jadi memang agak sulit dilacak petugas di sana,” jelas Sam.

Dari hasil penyelidikan sementara, para TKI ilegal yang tenggelam di perairan Nongsa pada Rabu (2/11/2016) membayar uang transportasi kepada Sukri. Dia merupakan WNI yang menetap di Malaysia.

“Polisi Malaysia akan urus dia, dan mereka berjanji akan segera menyerahkan (Sukri) kepada kita,” ujarnya. (opi/eja/cr1/rng/cr13/cr17)

Respon Anda?

komentar