RS Hasan Sadikin Cari Kolam Renang untuk Arya Permana

377
Pesona Indonesia
Arya Permana
Arya Permana

batampos.co.id – Hampir sebulan lebih sejak kepulangannya dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, bocah obesitas Arya Permana kini tengah disibukan dengan latihan fisik penurunan berat badan.

Namun, kegiatannya itu terkendala fasilitas.  Hingga sekarang, tim dokter RSHS masih mencari cara untuk mengoptimalkan program latihan fisik yang dijalani Arya.

Ketua tim dokter yang menangani Arya di RSHS, dr Julistio TB menuturkan kendala tersebut salah-satunya lantaran tidak adanya fasilitas kolam renang yang dibutuhkan di kediaman Arya di Karawang. Padahal, kata dia, ketersedian kolam renang tersebut amat penting untuk mendukung latihan fisik Arya.

“Kasihan kalau dia harus jalan terus. Yang aman untuk dia itu (berjalan) di kolam renang, karena dengkulnya masih lemah. Kalau kita suruh jalan satu jam sehari, bayangin, hampir 200 kilogram (beban) di dengkulnya,” kata dia kepada wartawan di RSHS, Kamis (3/11).

Selain kolam renang, latihan fisik Arya bisa dibantu dengan penggunaan sepeda statis. Namun, tim dokter juga menemui kesulitan mencari sepeda statis yang sanggup menampung beban tubuh Arya.

“Kita masih cari alternatif, misalnya sepeda statis itu. Cuma, sepeda statis yang kami cari selama ini maksimum 120 kilogram. Kalau memakai sepeda stastis, masih bisa lebih lama lagi,” kata dia.

Lantaran keterbatasan fasilitas tersebut, program latihan fisik yang dijalani Arya praktis bertumpu pada kemampuan lutut bocah 10 tahun ini menahan bobot tubuhnya yang mencapai hampir dua kwintal.

“Terakhir kita timbang, berat badannya masih 183,6 kilogram. Aktifitas dia itu, paling, jalan 15 menit, karena kita masih takut. Kalau nanti (beratnya) sudah turun, bisa lebih lama,” tuturnya.

Selain latihan fisik, tim dokter juga memantau asupan gizi yang masuk ke tubuh Arya. Dokter menyebut, sejauh ini asupan gizi ke dalam tubuh Arya masih bisa terkontrol.

“Kalau gizi, dia sudah patuh. Asupan kalori kita kontrol. Kalau kita ke rumahnya, kita pantau apa aja makannya. Dia masih kayak bikin PR, dia catat. Begitu pun kalau dia ke sini, kita kontrol,” terangnya.

Lebih lanjut, agar aman, secara teoretis pengurangan berat tubuh Arya yang dibatasi mencapai satu kilogram perminggu. Hal itu dilakukan agar kekebalan tubuh Arya tidak menurun.

Saat ini, sebulan sekali tim dokter RSHS mengunjungi Arya di Karawang. Pun sebaliknya, Arya masih melakukan kontrol rutin bulanan di RSHS.

Kita lakukan pemeriksaan sebulan sekali ke sana. Arya sebulan sekali ke sini. Jadi, dua minggu sekali kita ketemu. Kita harapkan akan terus begitu sampai beberapa bulan ke depan,” pungkasnya.(gun/rmol/mam/JPG)

Respon Anda?

komentar