Sebelum Speedboat Karam, Tekong Cekcok dengan TKI

883
Pesona Indonesia
Tim SAR melakukan pencarian 42 penumpang speedboat yang masih dinyatakan hilang di Peraoran Nongsa, sejak Rabu (2/11/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Tim SAR melakukan pencarian 42 penumpang speedboat yang masih dinyatakan hilang di Peraoran Nongsa, sejak Rabu (2/11/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Dari keterangan korban selamat terungkap, ternyata tekong kapal dan 98 TKI ilegal sempat adu mulut sebelum kapal yang mereka tumpangi karam di perairan Nongsa, Rabu (2/11/2016) lalu.

Kapolda Kepri, Brigjend Pol Sam Budigusdian, mengatakan di tengah laut tiba-tiba kru kapal meminta para TKI membayar uang ekstra sebesar Rp 150 ribu per kepala.

Saat itu, tekong berdalih uang tersebut untuk biaya transportasi tambahan karena kapal tidak bisa merapat ke bibir pantai di Nongsa.

Ketiga tekong itu, yakni Dodi, Herman, dan Darius. Dodi sudah ditangkap, Herman kabur, dan Darius diperkirakan ikut tewas.

Skenarionya, kata Kapolda, kapal akan berhenti jauh dari bibir pantai di Nongsa. Kemudian para TKI akan dijemput menggunakan kapal lain yang ukurannya lebih kecil. Itulah sebabnya tekong kapal meminta uang tambahan.

“Tapi para TKI ini menolak. Karena sebelumnya mereka sudah membayar sampai 1.000 ringgit Malaysia per orang kepada tekong,” kata Sam.

Saat cekcok itu, tiba-tiba kapal dihantam ombak besar. Kapal langsung oleng dan miring ke kiri. Setelah sempat berputar-putar sebanyak dua kali, kapal akhirnya tenggelam.

Sam menjelaskan, keberangkatan kapal pengangkut TKI ilegal itu berawal dari komunikasi antara Dodi (warga Batam) dengan Sukri, WNI yang menetap di Malaysia. Sukri meminta Dodi menyediakan kapal untuk mengangkut 98 TKI ilegal ke Batam.

Mendapat order itu, Dodi bersama Herman dan Darius berangkat dari Batam ke Malaysia, tepatnya ke Pelabuhan Tembakai, Johor Bahru, Malaysia, pada Selasa (1/11/2016) malam. Di sana sudah menunggu 98 TKI ilegal yang hendak berangkat ke Batam.

Namun mereka baru berlayar ke Batam pada Rabu (2/11/2016) dini hari, sekitar pukul 3 waktu Malaysia. Sayangnya, kapal tersebut tenggelam sebelum sampai ke tujuan.

“Saat ini Dodi ditetapkan sebagai tersangka,” kata Sam.

Sam mengatakan, jenazah korban yang sudah teridentifikasi langsung dipulangkan ke daerah masing-masing. Termasuk Desiana yang merupakan warga Batam.

“Biaya pemulangan (jenazah) ditanggung negara,” katanya.

Sementara itu, jumlah korban hilang dipastikan sebanyak 42 orang. Jumlah ini berkurang dari keterangan polisi sebelumnya yang menyebut ada 44 korban hilang. (opi/eja/cr1/rng/cr13/cr17)

Respon Anda?

komentar