Enam Korban Speedboat TKI Tenggelam di Nongsa Belum Ditemukan

558
Pesona Indonesia
Delapan penyelam gabungan antara Marinir 10 SBY dan Basarnas Tanjung Pinang melakukan pencarian di hari ke 4 yang berfokus pada bangkai kapal yang digunakan TKI ilegal yang tengelam di perairan Nongsa, Sabtu (5/11/2016). Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Delapan penyelam gabungan antara Marinir 10 SBY dan Basarnas Tanjung Pinang melakukan pencarian di hari ke 4 yang berfokus pada bangkai kapal yang digunakan TKI ilegal yang tengelam di perairan Nongsa, Sabtu (5/11/2016). Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Pencarian korban tenggelamnya kapal pengangkut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) illegal memasuki hari keempat. Dalam pencarian di hari keempat ini, tim gabungan masih berusaha melakukan pencarian terhadap enam korban yang belum ditemukan.

Dalam melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan, tim gabungan mengerahkan 325 personil, 17 armada dan 5 ambulance. Namun, pencarian hingga Sabtu (5/11/2016) sore belum membuahkan hasil.

“Pencarian dihari keempat, kita mengerahkan seluruh unsur tetap melaksanakan pencarian korban yang sisa enam orang,” kata Kepala Basarnas Kepri, Abdul Hamid.

Hamid menjelaskan sesuai dengan Standar Operasi Prosedur (SOP), pencarian terhadap korban dilakukan selama tujuh hari. Pencarian korban ini meliputi penyisiran di tengah laut hingga penyisiran di tepi pantai.

“Sesuai SOP itu tujuh hari. Kita lihat juga dinamika di lapangan. Bisa lebih atau pun gak sampai tujuh hari,” ujarnya.

Selain melakukan pencarian terhadap korban, Basarnas juga menurunkan kapal RB 209 untuk melacak keberadaan bangkai kapal yang diperkirakan masih berada di dasar laut.

“Untuk pencarian bawah air juga sedang dilaksanakan,” katanya lagi.

Selain itu, Hamid juga mengungkapkan proses pencarian korban pada hari keempat ini juga sempat terkendala cuaca yang turun hujan pada Sabtu pagi kemarin. “Kendala hari ini (kemarin, red) cuaca yang hujan,” imbuhnya. (cr 1)

Respon Anda?

komentar