Panglima TNI dan Kapolri Kantongi Identitas Provokator Demo 4 November

953
Pesona Indonesia
Wajah-wajah Provokator yang bukan berasal dari massa Bela Islam II, juga bukan massa HMI. Mereka menyusuf di bagian depan saat massa hendak membubarkan diri. Foto: JPG
Wajah-wajah Provokator yang bukan berasal dari massa Bela Islam II, juga bukan massa HMI. Mereka menyusuf di bagian depan saat massa hendak membubarkan diri. Foto: JP

batampos.co.id – Nama provokator Aksi Bela Islam II pada 4 November yang menyebabkan rusuh di akhir aksi berhasil dikantongi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Menurut Gatot, provokator itu sengaja menyusup untuk mengajak massa menyerang aparat yang mengamankan aksi demo.

Mereka memanfaatkan massa pendemo asli yang sudah mau pulang karena izin untuk unjuk rasa sudah berakhir.

Menurut Gatot, massa memang tak bisa langsung meninggalkan lokasi unjuk rasa sejak pukul 18.00 WIB. Sebab, banyaknya massa membutuhkan proses untuk bubar.

“Pas malam itu kan lagi proses karena banyak masyarakat dan itu perlu waktu. Sekitar bakda Isya ada kelompok yang sudah merencanakan untuk membuat rusuh dan itu sudah diketahui. Makanya prajurit dan kepolisian sudah dipersiapkan untuk hadapi itu semuanya,” katanya di Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2016).

Gatot menambahkan, para pelaku rusuh sudah merencanakan aksi mereka. Sebab, polisi menemukan anak panah dan bambu runcing.

Aparat keamanan pun ada yang menjadi korban karena ditusuk. Selain itu, pelaku rusuh juga ada yang membawa ketapel.

“Mereka anak-anak kecil, umur 14 sampai 15 tahun. Ada yang bawa ketapel,” tuturnya.

Karenanya, Gatot bersama Tito sempat menggunakan pengeras suara untuk menghentikan bentrok. Kelompok yang berdemo sejak siang pun menarik diri.

“Mereka demonstran yang asli langsung mundur, yang lainnya maju terus. Mereka memancing agar aparat bertindak kasar, itu semua ketahuan,” sambung dia.

Soal aktor politik yang dituding Presiden Jokowi memanfaatkan situasi hingga terjadi kerusuhan, Nurmantyo tak menjelaskan.

Sedangkan Tito mengatakan, ada pihak-pihak yang sengaja melakukan provokasi dengan menyerang aparat. Mulanya aparat memang diam meski banyak yang terluka.

“Yang luka ada banyak 18 orang. Satu luka berat di kepalanya dan masih di RSPAD, 12 lainnya di RS Polri,” kata mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut demo 4 November rusuh karena ditunggangi aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi.

“Kita menyesalkan kejadian ba’da Isya yang seharusnya sudah bubar, tetapi menjadi rusuh. Dan ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi,” ucap Jokowi.

Ucapan Jokowi itu juga mengundang reaksi. Bahkan dinilai berbagai kalangan berpotensi menimbulkan gaduh. Apalagi Jokowi tak berani menyebut aktor yang dimaksud. Bahkan berbagai kalangan kini menuntut orang nomor satu di Indonesia itu menyebut aktornya.(elf/jpg/pojoksatu)

Respon Anda?

komentar