Pelaku Penjarahan Alfamart Saat Demo 4 November Bukan Peserta Bela Islam II

977
Pesona Indonesia
Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli. Foto: Dokumen JPNN
Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli. Foto: Dokumen JPNN

batampos.co.id – Pelaku pengrusakan dan penjarahan Alfamart Penjaringan, Jakarta Utara, dipastikan bukan para demonstran yang beraksi di Istana Merdeka pada 4 November 2016. Namun, pelaku penjarahan tersebut merupakan warga sekitar minimarket tersebut.

Saat ini, sedikitnya 15 pelaku penjarahan telah ditangkap. Mereka masih diperiksa intensif untuk menentukan statusnya. Apabila benar melakukan pidana, yakni pencurian, maka mereka dipastikan terjerat hukum.

“Jadi pelaku penjarahan itu bukan pendemo di Medan Merdeka Barat, tapi warga sekitar dari Luar Batang, Muara Baru, dan lainnya,” ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar, Sabtu (5/11/2016).

Jenderal bintang dua ini menambahkan, para pelaku penjarahan ini melakukan aksinya dengan sengaja.

“Jadi mereka ini dengan sengaja melakukan penjarahan barang di minimarket, sengaja mencuri. Menggunakan kesempatan dalam kesempitan, mereka masif. Karena liat di televisi kan Live rusuh di Medan Merdeka Barat jadi mereka spontan melakukan penjarahan,” beber dia.

Sementara itu, sejumlah demonstran masih berada di Jakarta. Mereka rupanya terpisah dari rombongan usai demo pada 4 November kemarin.

Taruna Siaga Bencana Dinas Sosial DKI Jakarta pun turun tangan melakukan pendampingan untuk memulangkan pengunjuk rasa ke daerah asalnya.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Perlindungan Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta, Tarmijo Damanik. Dia mengatakan, sampai saat ini, sebanyak 27 orang demonstran telah dipulangkan.

“Tahap pertama ada 11 orang dan tahap kedua ada 16 orang. Tahap pertama, mereka berasal dari Tasik 5 orang, Garut 2 orang, Cibinong 1 orang, Bandung 1 orang dan Aceh 2 orang,” ujar Damanik, Sabtu (5/11).

Sedangkan tahap kedua, kata dia, mereka yang berasal dari Jepara 2 orang, Bogor 7 orang, Cengkareng 1 orang, Belitung 1 orang, dan Banten 5 orang telah dipulangkan.

“Kami juga menyiapkan dapur umum dan bantuan logistik untuk mereka apabila diperlukan. Intinya kami siaga jika masih ada pendemo yang terpisah dari rombongan dan mereka belum dipulangkan,” imbuhnya. (elf/jpg/ps)

Respon Anda?

komentar