Tanjungpinang Fokus Benahi Tepi Laut

500
Pesona Indonesia
Sejumlah pekerja memuat barang barang kebutuhan ke dalam sampan dayung di Pelantar I Tanjungpinang, belumlama ini. F.Yusnadi/Batam Pos
Sejumlah pekerja memuat barang barang kebutuhan ke dalam sampan dayung di Pelantar I Tanjungpinang, belumlama ini. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Penataan Tanjungpinang sebagai kota yang lebih baik dan nyaman untuk ditinggali terus dilakukan dan diupayakan dari waktu ke waktu. Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah tidak memungkiri kerja semacam itu adalah kerja panjang. Sehingga perlu dilakukan secara bertahap.

“Saat ini kami konsentrasi pada area utama kawasan Tepi Laut dulu,” kata Lis, kemarin.

Setelah merampungkan seluruh penataan area tersebut, Lis mengungkapkan, target kerja selanjutnya adalah menata kawasan Pelantar I. Dalam rencana kerjanya, Lis mencitakan kawasan Pelantar I bisa jadi sebuah area ekonomi tradisional. Agar kawasan tersebut mampu menjadi penunjang sektor penggerak ekonomi baru.

Maka yang menjadi tugas pertama perlu ditata sekaligus dibenahi adalah pasar. Untuk itu Lis mengharapkan Pemprov Kepri bisa membuat kerja pembenahan pasar tradisional ini lebih terintegrasi. “Koordinasi dengan Pemprov Kepri untuk diintegrasi supaya tersambung,” ucapnya.

Sebelumnya, Pemko Tanjungpinang mendapat gelontoran dana mencapai Rp 7 miliar untuk rehabilitasi total kondisi pasar tradisional. Dana sebesar itu merupakan persetujuan pemerintah pusat atas program kerja yang diajukan SKPD terkait. Lis mengapresiasi hal tersebut. Karena untuk mendapatkan dana alokasi dari pemerintah pusat, kata dia, mesti ada program kerja yang kreatif, bagus, dan punya urgensi tinggi.

“Kalau hari-hari begini mengharapkan anggaran daerah saja itu namanya tidak maksimal. Berurang kali saya tekankan kepada SKPD dalam setiap rapat, agar bisa menyusun program kerja yang dilirik pemerintah pusat,” kata dia, kemarin.

Sebab itu, di tahun-tahun ke depan, Lis menginginkan masing-masing SKPD Pemko Tanjungpinang bisa bekerja lebih kreatif. Dimulai dari penyusunan program kerja untuk tahun 2017 mendatang hingga kreatif dalam menata alokasi anggaran daerah yang cukup terbatas. (muf)

Respon Anda?

komentar