54 TKI Tewas di Laut Batam, Kinerja Kepala BNP2TKI Nusron Wahid Disorot

1016
Pesona Indonesia
Delapan penyelam gabungan antara Marinir 10 SBY dan Basarnas Tanjung Pinang melakukan pencarian di hari ke 4 yang berfokus pada bangkai kapal yang digunakan TKI ilegal yang tengelam di perairan Nongsa, Sabtu (5/11/2016). Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Delapan penyelam gabungan antara Marinir 10 SBY dan Basarnas Tanjung Pinang melakukan pencarian di hari ke 4 yang berfokus pada bangkai kapal yang digunakan TKI ilegal yang tengelam di perairan Nongsa, Sabtu (5/11/2016). Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id -Peristiwa tenggelamnya speedboat yang mengangkut 98 tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Ralaysia Rabu (2/11/2016) lalu hingga menewaskan 54 TKI, mendapat sorotan dari DPR RI.

Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi bahkan menyesalkan sikap Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid yang dianggapnya kurang peduli terhadap nasib TKI. Nusron dinilai lebih peduli pada kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta, ketimbang mengurusi nasib TKI yang menjadi tugas pokoknya.

“Sebagai politikus tentu dituntut tanggungjawab oleh partai politik masing-masing. Tetapi ketika kita memiliki tugas kepada negara maka itu harus diatas segala-galanya,” ujar Dede kepada JawaPos.com (grup batampos.co.id), Senin (7/11/2016).

Karenanya, ia berpesan kepada Nusron untuk lebih fokus kepada pekerjaanya sebagai Kepala BNP2TKI ketimbang dia menyibukan diri si Pilgub DKI Jakarta.

Pasalnya, ungkap Dede, sebagai pejabat negara tentu harus mendahulukan tugasnya ketimbang kepentingan kelompok atau lainnya.

“Oleh karena itu, hal ini berlaku kepada semua pejabat,” tegasnya.

Politikus Partai Demokrat tersebut menegaskan akan memanggil Nusron Wahid ketika DPR telah usai melakukan reses.

Dia akan mempertanyakan kinerja BNP2TKI terkait tewasnya para TKI yang tenggelam di Batam.

“TKI ini kan kejadian kemarin sampai 50 lebih korban meninggal, kita ingin tahu sudah sejauh mana,” pungkasnya.

Sekretaris Utama BNP2TKI Hermono mengatakan, korban tewas kapal TKI yang tenggelam di perairan Batam, Kepulauan Riau ada 54 orang. Sebanyak 48 orang berhasil ditemukan dan 6 orang masih dinyatakan hilang.

Sekadar informasi, pada Rabu (2/11/2016) lalu speedboat berbahan fiber yang mengangkut para TKI ilegal itu berangkat dari Malaysia menuju Batam, Kepri.

Sesampai di Teluk Mergung Tanjung Bemban, Kecamatan Nongsa, Batam, kapal terbalik karena dihempas gelombang yang menumpahkan seluruh isi speedboat itu. (cr2/JPG/jpnn)

Respon Anda?

komentar