Dituduh Edit Video Ahok, Buni Yani: Saya Tak Memiliki Kemampuan Mengedit Video

1102
Pesona Indonesia
Buni Yani. Foto: jpnn/JPGrup
Buni Yani. Foto: jpnn/JPGrup

batampos.co.id – Buni Yani, pria yang dituding mengedit dan menggunggah video Ahok terkait pernyataan Ahok yang diduga menistakan Alquran Surat Almaidah ayat 51, kembali menegaskan bahwa ia sama sekali tak mengedit video tersebut.

Menurutnya, tudingan Komunitas Ahok-Djarot yang melaporkan Buni Yani atas dugaan ujaran kebencian dan provokasi, adalah fitnah.

Dosen sekaligus Advokat itu mengaku bahwa dirinya pernah simpatik dengan kinerja Ahok saat Pilgub DKI 2012 lalu.

“Saya sedih karena difitnah jadi provokator. Perlu saya sampaikan bahwa saya pendukung Ahok saat 2012 lalau. Saya banyak memuji karena kinerjanya baik,” ujar Buni saat konferensi pers di Wisma Kodel, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/11/2016).

“Tapi saat ini saya tidak bersimpatik lagi dengan Ahok karena satu dua hal, salah satunya ‘penggusuran’.

Buni Yani mengaku tidak pernah menyebarkan kebencian terhadap Ahok meski sudah tak menaruh simpatik lagi dengan Calon Gubernur Petahana itu.

“Demi Allah, saya tidak pernah menebarkan kebencian kepada Pak Ahok. Dari dulu saya sudah merasakan jadi minoritas, contoh waktu saya kuliah S2 di Amerika Serikat,” ujarnya.

“Saya kuliah diberi beasiswa oleh orang yang tak meyakini adanya Tuhan atau Atheis. Tapi saya tidak pernah menebar kebencian karena saya yakin Islam tidak mengajarkan hal demikian,” tambahnya.

Selain itu, ia membantah bahwa ia adalah orang yang memotong durasi video Ahok. Ia keberatan disebut menyunting video tersebut untuk menghapus kata ‘pakai’ saat Ahok menyebut surat Al Maidah 51.

“Itu murni saya dapatkan dari media NKRI kemudian saya upload ulang. Saya tidak mempunyai kemampuan editing dan saya tidak punya alat untuk mengedit video. Tuduhan itu semuanya bohong, karena saya tahu itu adalah fitnah,” tegas Buni. (mg5/JPNN)

Respon Anda?

komentar