Jalan Belum Dikerjakan, Masyarakat Ancam Datangi Pemkab Anambas

790
Pesona Indonesia
Ruas jalan yang belum diaspal. Foto: syahid/batampos
Ruas jalan yang belum diaspal. Foto: syahid/batampos

batampos.co.id – Masyarakat Desa Air Asuk Kecamatan Siantan Tengah sudah habis kesabaran dan berencana akan mendatangi kantor Bupati Kepulauan Anambas.

Rencana kedatangan mereka untuk menanyakan kejelasan pembangunan jalan lingkungan yang ada di desa tersebut yang diketahui hingga kini mangkrak. Tujuan utama membicarakan kepada Bupati dan Dinas Pekerjaan Umum kelanjutan pembangunan jalan tersebut.

“Rencananya, masyarakat desa siap bergerak tanggal 7 November besok. Ada sekitar 20 orang yang berkemungkinan hadir yang mewakili dari perangkat serta masyarakat desa,” ujar Camat Siantan Tengah Herry Fakhrizal Jumat (4/11/2016).

Herry, mengatakan, sebelumnya masyarakat sudah memiliki niat bergerak menemui Kepala Daerah. Namun, hal itu urung dilakukan karena dirinya menahan agar hal tersebut diselesaikan melalui musyawarah didesa.

“Sebelumnya mereka pernah ada rencana datangi kantor bupati tapi kita tahan,” ungkapnya.

Pada intinya, kata Herry, masyarakat tidak mempermasalahkan siapa yang mengerjakan jalan lingkungan itu. Yang penting jalan itu selesai dengan baik.

“Mereka hanya minta kejelasan, jalan itu dikerjakan sampai selesai atau tidak. Itu yang mereka tanyakan karena sampai saat ini pekerjaan itu tidak dilaksanakan,” bebernya.

Mangkraknya jalan lingkungan tersebut, diakuinya cukup membuat aktivitas masyarakat terganggu. Ini dikarenakan jalan tersebut sangat strategis. Akses jalan itu melintasi sejumlah lokasi obyek vpital seperti TK, Unit Pelaksana Teknis (UPT) beberapa dinas termasuk mushola harus melalui jalan lingkungan tersebut.

Kondisi jalan yang berpasir terlebih saat hujan dirasa menyulitkan masyarakat untuk melewati jalan tersebut, khususnya ketika menggunakan kendaraan bermotor.

Dari data yang berhasil dihimpun, masa pengerjaan jalan 90 hari terhitung sejak Agustus lalu. Masa pengerjaan proyek tersebut berakhir pada tanggal 6 November 2016.

Nilai proyek ini mencapai Rp 639 juta lebih. Dalam Detail Engineering Design (DED) diketahui, pengerjaan jalan mencapai panjang 223 meter dengan lebar lima meter.

“Waktu (pengerjaan,red) nya tinggal dua hari lagi. Kami sempat berkomunikasi dengan kontraktor pelaksana proyek tersebut. Beliau mengatakan, alasan tidak mengerjakan proyek tersebut karena volumenya sudah mencukupi,” jelasnya.

Sementara itu, pada tepian jalan, sejumlah bahan material seperti semen, pasir, dan batu masih bertumpuk. Hal ini yang menjadi tandatanya bagi masyarakat apakah jalan itu dilanjutkan atau tidak. (sya)

Respon Anda?

komentar