Kurir Sabu 96 Kilogram Segera Disidang, Terancam Hukuman Mati

454
Pesona Indonesia
Kedua tersangka kurir narkoba, Idriszal dan Edo Renaldi, di ruang Kasipidum Kejari Tanjungpinang, saat dilimpahkan. Foto:Osias De/Batampos
Kedua tersangka kurir narkoba, Idriszal dan Edo Renaldi, di ruang Kasipidum Kejari Tanjungpinang, saat dilimpahkan. Foto:Osias De/Batampos

batampos.co.id – Dua kurir narkoba internasional yang dibekuk BNN Pusat saat memasok sabu dan ekstasi seberat 96 Kilogram beberapa waktu lalu akan segera di sidang di Pengadilan Negeri Kota Tanjungpinang.

Kedua tersangka; Edo Renaldi, 24, dan Idriszal, 26, beserta barang bukti telah diserahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang.

Pelimpahan dua berkas perkara narkoba tersebut ditandai dengan register perkara nomor : 406/ Pid.Sus/ 2016 PN TPG dan 407/ Pid.Sus/ 2016 PN TPG atas nama kedua terdakwa.

BACA JUGA: Kurir Narkoba 96 Kg Dilimpahkan ke Kejari, Terancam Hukuman Mati

Humas PN Tanjungpinang, Zulfadly, membenarkan pihaknya telah menerima BAP kedua terdakwa perkara narkoba tersebut. Bahkan, majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut juga sudah di tunjuk.

”Sidang nanti dipimpin langsung ketua PN Tanjungpinang Wahyu Prasetyo Wibowo dibantu dua hakim anggota Santonius Tambunan dan Acep Sopian Sauri,”ujar Zulfadly, Minggu (6/11/2016).

Dikatakan Zulfadly, meski telah tersusun majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut. Pihaknya belum menetapkan jadwal sidang untuk kedua terdakwa. Karena akan dimusyawarahkan terlebih dulu sembari menunggu Ketua PN Tanjungpinang menyelesaikan beberapa kegiatannya.

”Saat ini status penahanan kedua terdakwa merupakan kewenangan PN Tanjungpinang sejak dilimpahkan kemarin itu,” kata Zulfadly.

Seperti diketahui sebelumnya, penyidik BNN Pusat melimpahkan berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dua kurir narkoba seberat 96 kilogram tersebut ke Kejari Tanjungpinang.

Pelimpahan tersebut diterima langsung oleh Ketua Tim Kasubdit Pra Penutut di Pidana Umum Kejagung RI, Ram Sunoto, yang didampingi Kepala Kejari Tanjungpinang, Heri Ahmad Pribadi dan Kasipidum nya Ricky Setiawan, di kantor Kejari Tanjungpinang, Kamis (20/10/2016) lalu.

Kedua orang kurir itu pun terancam hukuman mati sesuai dengan pasal yang dikenakan yaitu pasal 114 ayat 2 junto pasal 112 ayat 2 junto pasal pasal 132 ayat 1 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dari tersangka Idrizal didapatkan sabu 9.329,2 gram dan pil ekstasi sebanyak 34.170 dengan berat 9.073,3 gram.

Sedangkan dari tersangka Renaldi, BB yang disita yakni sabu 20.641,2 gram, pil Ekstasi 14.524 butir dengan berat 3742,5 gram. Selain itu ada juga sabu seberat 12.237 gram, sabu 30.909,8 gram, pil Ekstasi sebanyak 39.579 butir dengan berat 11.220,5 gram.

Terkait barang bukti yang disita dari tangan tersangka sebagian besar telah dimusnahkan oleh BNN Pusat pada (31/8/2016) lalu. Sedangkan barang bukti berupa dua unit mobil merk Daihatsu Feroza BP 1463 JL dan BM 1649 MN, serta sampel sabu dan pil Ekstasi diserahkan ke Kejari Tanjungpinang.

Dalam penangkapan yang dilakukan BNN sebenarnya terdapat tiga orang tersangka. Saat akan ditangkap, salah satu tersangka yakni Suryanto, terjatuh waktu mencoba melarikan diri. Ia pun sempat mendapatkan perawatan medis, hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjungpinang. (ias/bp)

Respon Anda?

komentar