Lakalantas di Lingga Tewaskan Ayah Dua Anak

836
Pesona Indonesia
Jenazah Heri Susanto usai disalatkan di Masjid di tempat tinggalnya. Foto: wijaya satria/batampos
Jenazah Heri Susanto usai disalatkan di Masjid di tempat tinggalnya. Foto: wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Bulan ini, kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Lingga kembali memakan korban. Kali ini Heri Susanto, warga Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat, tewas di jalan Raya Batu Kacang, tepat di Simpang Batu Ampar, Sabtu (5/11/2016) sekitar pukul 19.20 WIB.

Heri yang berprofesi sebagai wartawan ini melaju dari Dabo Singkep hendak kembali ke rumahnya di Sungai Buluh.

Dari reka kejadian di TKP, Kasat Lantas Polres Lingga, AKP Tasriadi menyatakan, korban terpental hingga 20 meter ke depan. Awalnya, Heri menyenggol orang yang hendak menyeberang jalan, karena panik langsung terjatuh dan terpental.

Setelah kejadian, korban yang tidak sadarkan diri langsung mendapat pertolong dari warga sekitar dan dilarikan ke RSUD. Sayang, setelah mendapat perawatan beberapa saat di UGD RSUD, Heri tidak dapat diselamatkan lagi dan dibawa kembali ke rumah untuk dimakamkan.

Heri meningalkan dua orang anak yang masih sekolah. Anak paling kecil, perempuan yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Sedangkan anak pertama, masih duduk di bangku SMA.

“Dari hasil visum, korban tewas karena pendarahan yang deras di bagian kepala,” ujar Tasriadi ketika ditemui di Dabo Singkep, Minggu (6/11/2016).

Tasriadi menambahkan, laka lantas mengalami peningkatan, pada bulan ini saja, kecelakaan telah merenggut tiga nyawa pengendara sepeda motor.

Lebih lanjut, Tasriadi menyatakan, laka lantas terjadi karena empat faktor yakni faktor human eror, faktor kendaraan, faktor jalan yakni meliputi sarana pendukung termasuk rambu dan lampun jalan dan yang terakhir faktor cuaca seperti jalan licin dan sebagainya.

Namun faktor human eror menjadi prioritas penyumbang terbesar terjadinya kecelakaan, hingga sekitar 70 persen sampai 80 persen. Untuk itu, Tasriadi meminta kepada seluruh pengendara agar lebih mengutamakan keselamatan.

“Jika setiap pengendara meniatkan dia harus selamat sampai tujuan, tentunya hal ini akan berdampak pada peningkatan ke hati-hatian. Mengecek kelengkapan kendaraan, tidak melanggar lalulintas dan sebagainya,” ujar Tasriadi. (wsa/bp)

Respon Anda?

komentar