Please! Jaga Kebersihan Gedung Gonggong

380
Pesona Indonesia
Gedung Gonggong Tanjungpinang dilihat dari laut, Minggu (30/10/2016). Gedung ini kini menjadi magnit baru bagi warga dan wisatawan yang datang ke Tanjungpinang. Foto: Fatih Muftih / Batam Pos.
Gedung Gonggong Tanjungpinang dilihat dari laut, Minggu (30/10/2016). Gedung ini kini menjadi magnit baru bagi warga dan wisatawan yang datang ke Tanjungpinang. Foto: Fatih Muftih / Batam Pos.

batampos.co.id – Sudah sepekan lamanya Gedung Gonggong dibuka. Pusat Informasi Pariwisata Tanjungpinang ini dari hari ke hari masih ramai didatangi pengunjung.

Sejak awal November silam, setidaknya sudah ada lebih dari seribu orang yang datang untuk melihat lebih dekat atau sekadar berfoto di gedung yang dibangun di kawasan Tepi Laut Tanjungpinang ini.

Sayangnya, antusiasme yang tinggi ini tidak dibarengi dengan kesadaran tinggi untuk menjaga lingkungan gedung gonggong tetap terawat dan lestari.

Dari pantauan mata Batam Pos, Minggu (6/11/2016) kemarin, masih terlihat cukup banyak sampah yang berserakan. Sebagian pengunjung seolah merasa tidak merasa bersalah ketika membuang sampah tidak pada tempatnya. Padahal, sudah disediakan cukup banyak tempat sampah di sana.

Belum lagi kesadaran untuk tidak menginjak taman-taman atau duduk di pembatas yang sudah dilarang. Masih terlihat beberapa pengunjung yang dengan santainya berjalan di atas rumput taman dan duduk di pembatas yang dilarang. Tidak ada petugas penjaga yang mencoba menegur untuk sekadar mengingatkan.

Tentunya hal semacam ini patut disayangkan bilamana mengingat bahwa dibangunnya Gedung Gonggong yang menelan dana lebih dari Rp 12 miliar ini adalah simbol kebangkitan pariwisata Tanjungpinang. Daya tarik ikonik yang ditawarkan malah tidak sejalan dengan kesadaran untuk menjaga keindahan dan kebersihan.

“Memang sedari awal, saya sudah sadari yang sulit itu adalah menjaganya,” kata Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, ketika memantau Gedung Gonggong, Jumat (4/11/2016) lalu.

Karena itu kepada awak kerja Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pemakaman, Lis mewanti-wanti agar berpikir cerdas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Satu di antara yang Lis sampaikan adalah ihwal pemasangan spanduk peringatan untuk sama-sama menjaga kebersihan.

Hingga kini, memang belum terlihat spanduk berisikan imbauan semacam itu. Tapi dalam waktu dekat, Lis berharap awak kerja DKPP Tanjungpinang sudah melaksanakan apa yang diwanti-wantinya itu. “Bikin yang menarik. Buat yang kreatif. Jangan asal ada,” pesan Lis. (muf)

Respon Anda?

komentar