Belum Ada Solusi, Eksekusi Pengosongan Lahan PT Glory Ditentang Warga

1713
Pesona Indonesia
Warga menutuo akses ke lahan yang akan dieksekusi. Foto: eggi/batampos
Warga menutup akses ke lahan yang akan dieksekusi. Foto: eggi/batampos

batampos.co.id -Rencana Pengadilan Negeri Batam bersama polri, dan tim terpadu mengeksekusi (pengosongan) lahan milik PT Glory di dekat Pasir Putih, Batam Center, Selasa (8/11/2016), menuai protes dari warga yang sudah lama bermukim di lahan tersebut.

Warga ruli di atas lahan itu pun menutup akses masuk kendaraan umum ke kawasan itu menggunakan ban bekas. Sejumlah warga juga tampak berjaga di depan pintu masuk.

Di sisi kiri terpampang spanduk bertuliskan: “Tanpa Solusi, langsung Eksekusi!!! Itu Melanggar HAM”.

Tak hanya menutup akses masuk, warga juga meminta setiap orang yang masuk menunjukkan identitasnya. Termasuk para jurnalis.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penyusup yang bisa memancing kericuhan. Warga tidak ingin terjadi kericuhan. Warga ingin ada solusi terbaik dari pihak perusahaan kepada warga yang menempati lahan tersebut.

Warga menunggu tim eksekutor, mereka protes atas upaya eksekusi paksa pengosongan lahan milik PT Glory yang mereka tempati karna belum ada solusi. Foto: eggi/batampos
Warga menunggu tim eksekutor, mereka protes atas upaya eksekusi paksa pengosongan lahan milik PT Glory yang mereka tempati karna belum ada solusi. Foto: eggi/batampos

Sementara itu, khawatir terjadi kericuhan, sejumlah pemilik toko di komplek town house glory home’s, yang bersebelahan dengan lahan yang akan dieksekusi pengosongan, memilih menutup tempat usaha mereka.

Hingga berita ini diturunkan, masih terpantau kondusif. Warga tampak berjaga-jaga. Mereka berharap tetap ada solusi terbaik dalam masalah ini. (egg)

Respon Anda?

komentar