Blackmagic Design Manufacturing Investasi di Batam

1860
Pesona Indonesia
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Hatanto Reksodipoetro (kanan, baju putih) menjabat tangan Direktur Blackmagic Design Manufacturing (BDM) Kiong Wi Zen (baju biru) di Kantor PTSP BP Batam, Senin (7/11), sebagai tanda jadi BDM berinvestasi di Batam. BDM merupakan perusahaan manufaktur asal Australia. Nilai investasi awalnya sebesar 4juta USD. foto: wenny/batam pos
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Hatanto Reksodipoetro (kanan, baju putih) menjabat tangan Direktur Blackmagic Design Manufacturing (BDM) Kiong Wi Zen (baju biru) di Kantor PTSP BP Batam, Senin (7/11), sebagai tanda jadi BDM berinvestasi di Batam. BDM merupakan perusahaan manufaktur asal Australia. Nilai investasi awalnya sebesar 4juta USD.
foto: wenny/batam pos

batampos.co.id – Blackmagic Design Manufacturing (BDM) asal Australia resmi berinvestasi di Batam, Senin (7/11). Mereka memanfaatkan fasilitas layanan Izin Investasi 3 Jam (I23J) dan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KILK) Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Mereka datang tadi pukul 14.00 WIB. Kami urus prosesnya. Ini selesai pukul 17.00 WIB,” kata Kepala Sub-Direktorat Penanaman Modal BP Batam, Adi Sugiharto.

BDM merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang usaha industri peralatan perekam, penerima, dan pengganda audio dan video. Peralatan tersebut biasa digunakan untuk memproduksi peralatan film dan broadcast. Seperti, production switchers, video viewing and monitoring, dan equipment converters.

Mereka menanamkan modal sebesar 4 juta USD. Ketika telah beroperasi, perkiraan nilai ekspor produk yang dihasilkan per tahunnya mencapai 46,75juta USD.

Perusahaan ini akan menyerap tenaga terampil lokal sebanyak 150 hingga 200 orang. Sejauh ini, hanya satu ekspatriat yang bekerja di sana.

“Kami memprioritaskan tenaga lokal. Sekarang kami mulai mencari,” kata Direktur Operasional BDM, Kiong Wi Zen.

BDM akan beroperasi di Kawasan Industri Batamindo. Mereka akan menggunakan lahan seluas 1 hektare di sana. Kiong mengatakan, persiapan sudah dimulai bulan November ini.

“Sehingga kami bisa mulai produksi di bulan Desember. Satu bulan cukup untuk melakukan persiapan,” katanya.

kamera

Kiong memilih Batam sebagai lokasi investasi lantaran letaknya yang berdekatan dengan Singapura. Mereka memilih Kawasan Industri Batamindo karena infrastrukturnya sudah lengkap dan baik.

Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro mengatakan, BP Batam sengaja menyodorkan kawasan industri sebagai lokasi investasi. Sebab, infrastruktur di kawasan itu sudah lengkap. Seperti listrik dan air.

“Ada beberapa kawasan industri yang tersedia lahannya. Kami juga ingin membantu kawasan industri yang masih luas lahannya,” kata Hatanto.

Masuknya BDM bermakna besar bagi BP Batam. Ini artinya Batam masih menjadi daya tarik bagi para investor. Hatanto berharap, BDM dapat memicu investor-investor lain untuk segera membuka usahanya di Batam.

“Kami ingin perizinan ini menjadi perhatian yang serius. Kalau tidak, bisa berakibat pada kurangnya minat investor,” tutur Hatanto.

Sebelum BDM, fasilitas I23J dan KILK juga dimanfaatkan oleh Koh Brothers Limited dan PT Inerco. Keduanya perusahaan berbendera Singapura.

Koh Brothers Limited menanamkan investasi awal sebesar 30juta USD. Perusahaan ini memproduksi concrete block. Sementara PT Inerco menanamkan investasi awal sebesar 70 juta. PT Inerco bergerak di bidang produksi rubber oil refinery dan TDAE – Treated Distile Aromatic Extract.

Penandatanganan nota kesepahamannya dilakukan di depan Menteri Koordinator Perekonomian di Jakarta, 19 September lalu.

“Dalam waktu dekat ini mungkin ada dua perusahaan asing lagi yang akan membuka usahanya di Batam. Tapi mereka belum mau diperkenalkan. Kita tunggu saja,” ujar Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami. (ceu)

Respon Anda?

komentar