Ditemui Para Ulama, Ini Respon Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo

4861
Pesona Indonesia
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat menerima kunjungan para ulama dari berbagai wilayah di Indonesia. Foto: istimewa
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat menerima kunjungan para ulama dari berbagai wilayah di Indonesia. Foto: istimewa

batampos.co.id – Seetelah aksi damai ratusan ribu umat Islam 4 November 2016 lalu, sejumlah ulama dari berbagai pondok pesantren di Indonesia menemui Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Gatot menerima kunjungan dan berdialog di salah satu pangkalan militer milik TNI AU yakni di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/11/2016) malam.

“Saya selaku Panglima TNI sangat mengapresiasi peran serta para ulama dalam membimbing dan menyejukkan umat agar tidak berbuat anarkistis pada aksi damai, 4 November 2016,” kata Jenderal Gatot di hadapan para ulama.

Menurut Panglima, walaupun para pedemo diprovokasi untuk berbuat anarkistis, namun mereka tidak terpengaruh sama sekali, sehingga demonstrasi yang diikuti ribuan umat muslim di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia dapat berjalan dengan aman, tertib, dan damai.

“Saya sebagai umat Islam tahu betul bahwasanya saudara-saudara muslim saya yang melaksanakan demo kemarin adalah orang-orang baik yang berangkat dari masjid-masjid untuk menyampaikan aspirasinya,” kata Jenderal Gatot Nurmantyo.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI juga menyampaikan permohonan doa dan dukungan dari para ulama agar TNI semakin kuat untuk melindungi bangsa ini. Juga sebagai pengayom masyarakat demi tetap tegaknya NKRI.

Sementara itu, KH Zailani Imam menyampaikan apabila para ulama dan pemimpin bersatu, maka bangsa Indonesia akan menjadi aman dan tentram.

“Apabila ulama dan umaroh baik, maka baiklah negara ini, namun apabila ulama dan umaroh tidak baik, maka tinggal menunggu kehancuran suatu bangsa,” jelasnya.

Dialog antara Panglima TNI dengan para ulama tersebut diikuti oleh beberapa pimpinan pondok pesantren. Di antaranya Ponpes Babakan dan Buntet Cirebon, Al-Huda Aceh Besar, Al-Mustakinia Bogor, dan Majelis Rosululloh, serta Lembaga Islam An-Nahar.

Dialog ditutup dengan pembacaan doa oleh Kyai Muhtadi Dimyati dari Ponpes Raudatul Ulum Cidahu, Cadasari, Pandeglang, Banten.(fri/jpnn)

Respon Anda?

komentar