Jokowi Kunjungi PBNU, Ini Kritikan Said Aqil

547
Pesona Indonesia
Presiden Jokowi saat berkunjung ke kantor PBNU, Senin (7/11/2016). Foto: twitter
Presiden Jokowi saat berkunjung ke kantor PBNU, Senin (7/11/2016). Foto: twitter/PS

batampos.co.id – Presiden Jokowi mengunjungi kantor PBNU, Senin (7/11/2016). Dia diterima oleh Rais Aam PBNU KH MA’ruf Amin dan Ketua Umum Tanfidziyah NU KH Said Aqil Siroj.

Di pertemuan itu, Jokowi mengapresiasi NU yang menjadi penyangga utama NKRI dan Pancasila. Khususnya, yang berkaitan dengan toleransi dan persatuan bangsa.

Selain itu, dia mengapresiasi jajaran PBNU atas pernyataan-pernyataan yang mampu mendinginkan suasana. ’’Sehingga demo 4 Nvember kemarin sampai sore berjalan dengan baik dan damai,’’ terang Jokowi.

Meski begitu, Said Aqil secara terbuka melontarkan kritik atas pernyataan Jokowi yang menyebut kerusuhan usai aksi demo ditunggangi aktor politik.

’’Tidak tepat untuk menstigma bahwa aksi damai 4/11 ditunggangi oleh kelompok-kelompok tertentu,’’ ujarnya. Menurut dia, lebih baik aksi demonstrasi tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak.

Dia juga menilai pemerintah lamban dalam melakukan komunikasi politik dengan rakyat. NU mendesak pemerintah agar segera berdialog secara lebih intensif dengan seluruh tokoh lintas agama dan para pemuka masing-masing agama. Harapannya, ke depan bisa terbangun suasana yang lebih kondusif.

Khusus bagi warga NU, Said Aqil mengingatkan bahwa umat Islam Indonesia masih punya agenda besar. Ada tantangan ekonomi, budaya, radikalisme, dan terorisme yang masih harus diselesaikan bersama-sama demi kemaslahatan umat.

’’Jauh lebih besar daripada ngurusi yang satu orang inilah (Ahok),’’ tambahnya. (idr/dod/byu/jpgrup)

Respon Anda?

komentar