Profesionalisme TNI Menuai Pujian

751
Pesona Indonesia
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo menunjukkan pasukan TNI kepada Jokowi yang saat aksi 4/11 berperan penting menjaga keamanan pada unjuk rasa Bela Islam pekan lalu. Foto: RAKA DENNY/JAWAPOS
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo menunjukkan pasukan TNI kepada Jokowi yang berperan penting menjaga keamanan pada unjuk rasa Bela Islam pekan lalu. Foto: RAKA DENNY/JAWAPOS

batampos.co.id – Sikap bersahabat 2.185 persenel TNI yang dikerahkan saat ratusan ribu umat Islam dari berbagai penjuru Indonesia menggelar aksi di Jakarta menuntut Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahja Purnawa alias Ahok diadili atas dugaan penistaan Alquran, menuai pujian.

Panglima TNI Gatot Nurmantyo beberapa hari sebelum aksi digelar bahkan sudah tampil menyejukkan suasana. Saat itu ia mengatakan, “tidak boleh ada peluru yang berdesing pada rakyat”.

Sikap profesional dan simpatik itu juga ditunjukkan Gatot dan anggotanya saat aksi. Ia mampu berkomunikasi dengan baik dengan para ulama dan korlap aksi, sehingga aksi damai tetap berlangsung.

Bahkan, saat terjadi kericuhan di garis depan, TNI tidak terpancing. Hal ini diapresiasi para ulama yang sehari setelahnya menemui Gatot.

Nah, Presiden Jokowi yang saat aksi berlangsung enggan menemui perwakilan umat Islam, juga mengapresiasi profesionalisme TNI.

Kemarin Jokowi mengunjungi Mabes TNI AD. Di lokasi tersebut, Presiden mengapelkan 2.185 pasukan yang terlibat dalam pengamanan aksi demonstrasi. Dia mengapresiasi kerja keras para prajurit dalam mengamankan jalannya aksi sehingga berlangsung damai sampai selesai.

’’Saya yakin bukan hanya saya, namun seluruh rakyat Indonesia memberikan apresiasi atas soliditas, kekompakan, dan penggunaan cara-cara persuasif,’’ tuturnya.

Dia ingin TNI dan Polri menjadi agen utama dalam mempersatuakan bangsa Indonesia yang terdiri dari 17 ribu pulau, beragam suku, ras, dan agama.

TNI dan Polri diminta untuk tidak ragu-ragu bertindak untuk menjaga keutuhan bangsa. ’’Sebagai panglima tertinggi TNI, saya telah memerintahkan agar tidak mentolerir gerakan yang ingin memecah belah bangsa, mengadu domba bangsa dengan provokasi dan politisasi,’’ tegasnya.

Disinggung mengenai aktor politik yang dituding melakukan provokasi, Jokowi menjawab diplomatis. ’’Nanti kita lihat, nanti kita lihat,’’ ucap kader PDIP itu. (JPG)

Respon Anda?

komentar